Medan – Ferari.co | Titik Anggriyani atau yang akrab disapa Anggi meninjau ruang arsip di Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara, Medan, Sabtu (14/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan setelah ia mengikuti Seminar Arsip Indonesia yang diselenggarakan oleh lembaga Mulai Menulis Indonesia (MMI).
Dalam kunjungan tersebut, Anggi mengamati berbagai koleksi arsip dan dokumentasi sejarah Sumatera Utara. Ia memperhatikan satu per satu karya cetak berupa foto-foto peninggalan sejarah yang tersimpan sebagai bukti dokumenter yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Anggi, keberadaan arsip sangat penting untuk menjaga jejak sejarah. Karena itu, ia mengaku tertarik mulai menata dan menyimpan arsip keluarga serta arsip pribadi secara lebih rapi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dokumen sejarah bagi anak dan keturunannya di masa depan.
“Saya jadi semakin sadar pentingnya arsip. Arsip keluarga maupun arsip pribadi perlu disimpan dengan baik agar bisa menjadi sumber sejarah bagi generasi berikutnya,” ujar Anggi kepada Ferari.co, Senin (16/3/2026).
Sebelumnya, Dewan Pembina Mulai Menulis Indonesia (MMI) yang juga mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara, Drs. Syaiful Syafri, menekankan pentingnya pengelolaan arsip lembaga. Ia bahkan menanyakan apakah dokumen administrasi MMI telah tersimpan dengan baik sebagai arsip organisasi.
Syaiful menyarankan agar dokumen penting seperti akta pendirian, susunan pengurus, naskah pelantikan, serta dokumentasi kegiatan disalin dan disimpan secara rapi. Bahkan, menurutnya, dokumen tersebut dapat diserahkan kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara agar tercatat sebagai arsip resmi.
Ia menjelaskan bahwa arsip merupakan karya cetak maupun rekam yang memiliki nilai sejarah sekaligus dapat menjadi alat bukti yang sah. Karena itu, pengelolaan arsip harus dilakukan secara serius, baik oleh lembaga maupun individu.
Sementara itu, Founder MMI Julpan Siregar menyampaikan bahwa lembaganya terus mendorong mahasiswa dan pelajar untuk meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menulis. Melalui seminar ini, MMI juga mengajak generasi muda memahami pentingnya arsip dalam mempelajari sejarah Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Julpan mengajak Anggi yang merupakan pengurus DPW PKB Sumut, bersama mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), dan Universitas Negeri Medan (Unimed), serta para duta menulis untuk mendalami pengetahuan tentang kearsipan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara yang diwakili Riana Siahaan menjelaskan bahwa arsip tidak hanya berkaitan dengan kepentingan pemerintah. Arsip juga sangat penting bagi kepentingan pribadi dan keluarga.
Menurutnya, sejumlah dokumen seperti akta kelahiran, buku nikah, ijazah sekolah, dan dokumen penting lainnya perlu dijaga serta disimpan dengan baik sebagai arsip keluarga.
Seminar kearsipan yang diprakarsai oleh MMI tersebut akhirnya ditutup secara resmi oleh Ketua Umum MMI Syabrina Fauziah. Setelah penutupan, seluruh peserta seminar melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung ruang arsip di Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara.(RGS)















