Batu Bara – Ferari.co | Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian sektor pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Langkah tersebut mendapat perhatian setelah Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang berkembang menjadi sentra ketahanan pangan dan pusat pembinaan kemandirian warga binaan.
Di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, warga binaan diberdayakan untuk mengelola berbagai kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan. Program tersebut meliputi budidaya ayam petelur, bebek, kambing, ikan lele, hingga pengelolaan lahan tanaman sayur-sayuran.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menjelaskan bahwa program pemberdayaan warga binaan di bidang peternakan dan pertanian merupakan bagian dari kebijakan yang didorong pemerintah pusat.
“Kami menjalankan program ini untuk memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan sehingga mereka memiliki kemampuan hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan. Selain itu, kegiatan ini juga membantu memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan lapas,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurut Hamdi, program ketahanan pangan yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi sosial warga binaan.
Ia menilai pembinaan kemandirian melalui pengelolaan usaha peternakan dan pertanian mampu menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan bekerja sama yang akan berguna saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Setiap warga binaan yang terlibat dalam program ini diajarkan tentang manajemen usaha, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi mereka setelah bebas nanti,” tambahnya.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dinilai menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pemasyarakatan dapat berperan aktif dalam mendukung program nasional di sektor pangan.
Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga membuka ruang bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan produktif yang dapat meningkatkan peluang mereka menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah masa pembinaan berakhir. (RGS)
















