Batu Bara – Ferari.co | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif melalui budidaya maggot sebagai pakan pendamping ayam kampung. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang peternakan.
Budidaya maggot dilakukan dengan memanfaatkan limbah organik sebagai media pertumbuhan larva Black Soldier Fly (BSF). Selain membantu mengurangi volume limbah organik, maggot yang dihasilkan memiliki kandungan protein tinggi sehingga sangat baik digunakan sebagai pakan pendamping ayam kampung untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan ternak.
Melalui program tersebut, warga binaan mendapatkan pelatihan mulai dari pengelolaan media budidaya, perawatan larva, hingga pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak yang memiliki nilai ekonomis.
Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku mengatakan, pengembangan budidaya maggot merupakan inovasi pembinaan yang mengedepankan konsep berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Budidaya maggot tidak hanya menjadi solusi dalam pengelolaan limbah organik, tetapi juga mampu menekan biaya pakan ternak karena menghasilkan sumber protein alternatif yang berkualitas. Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, budidaya maggot menjadi pendukung penting bagi program peternakan ayam kampung yang telah lebih dahulu berjalan di lingkungan Lapas Labuhan Ruku. Dengan demikian, sistem peternakan dapat berjalan lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Program ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada sektor ketahanan pangan, pemberdayaan warga binaan, serta pengembangan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat jangka panjang. (RGS)
















