Aceh Barat – Ferari.co | Polres Aceh Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan masyarakat dengan meninjau langsung kondisi jembatan darurat tali baja di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Senin (20/7/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mendorong percepatan pembangunan jembatan permanen yang lebih aman bagi warga.
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., didampingi Wakapolres, Pejabat Utama Polres Aceh Barat, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Aceh Barat, serta aparatur Gampong Sikundo.
Jembatan tali baja yang saat ini digunakan merupakan akses darurat hasil swadaya masyarakat. Infrastruktur tersebut dibangun setelah jembatan utama putus akibat banjir besar yang melanda wilayah itu pada November 2025.
Hingga kini, jembatan darurat tersebut menjadi satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat. Setiap hari, para guru, pelajar, dan tujuh kepala keluarga yang tinggal di seberang sungai harus melintasi jembatan dengan tingkat risiko yang cukup tinggi.
Dalam kunjungannya, Kapolres Aceh Barat berdialog langsung dengan warga untuk mendengar berbagai kendala yang mereka alami. Ia juga menyaksikan personel Polri membantu anak-anak sekolah dan masyarakat menyeberangi jembatan demi menjaga keselamatan mereka.
Selain meninjau kondisi jembatan, Tim Dokkes Polres Aceh Barat bersama personel Polwan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Sebagai tindak lanjut, Polres Aceh Barat bersama Dinas Perkim Kabupaten Aceh Barat melakukan survei teknis di lokasi. Tim mengukur lebar sungai sekaligus menentukan titik pondasi yang dinilai layak untuk pembangunan jembatan gantung permanen.
Dari hasil survei, disiapkan dua alternatif desain jembatan. Pilihan pertama berupa jembatan dengan lantai plat besi yang dapat dilalui kendaraan roda dua. Sementara pilihan kedua merupakan jembatan khusus pejalan kaki dengan lantai papan kayu. Kedua desain tersebut dirancang memiliki bentang sekitar 70 meter, termasuk tiang penyangga.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir untuk mendengarkan aspirasi serta membantu mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi warga.
“Kami ingin memastikan langsung kondisi di lapangan, mendengar aspirasi masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pembangunan akses yang lebih aman dapat segera diwujudkan. Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang setiap hari melintasi jembatan ini, menjadi perhatian bersama,” ujar AKBP Agus Sulistianto.
Melalui peninjauan ini, Polres Aceh Barat berharap koordinasi lintas sektor dapat berjalan lebih cepat sehingga pembangunan jembatan permanen segera terealisasi. Kehadiran akses yang aman dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga meningkatkan aktivitas ekonomi warga Gampong Sikundo.
Bagi masyarakat Sikundo, jembatan bukan hanya sekadar infrastruktur. Jembatan menjadi penghubung menuju sekolah, fasilitas kesehatan, mata pencaharian, serta harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan harapan tersebut dalam waktu dekat. (RGS)
















