Beringin – Ferari.co | Ketua Yayasan Hajjah Kasih Indonesia, Danu Prayitno, SE, MM, memberikan penghargaan kepada dua siswa SMK Jaya Krama Beringin, Deli Serdang, yang berhasil meraih prestasi pada kejuaraan pencak silat tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) 2026.
Kedua siswa tersebut adalah Dinda Octavia, siswa kelas XI yang meraih medali emas, serta Windy Syahputra, siswa kelas XII yang berhasil membawa pulang medali perak.
Prestasi tersebut mereka raih dalam Open Turnamen Pencak Silat Tingkat Provinsi Sumut 2026 yang berlangsung di GOR Pemprov Sumut, Jalan Pancing, Medan, pada 20–24 Agustus 2026.
Dinda Octavia berhasil meraih medali emas pencak silat putri. Sementara itu, Windy Syahputra meraih medali perak pencak silat putra.
Penghargaan kemudian diserahkan langsung oleh Danu Prayitno kepada kedua siswa di ruang kerja Yayasan Hajjah Kasih Indonesia, Kamis (17/9/2026).
Penyerahan penghargaan turut disaksikan Kepala SMK Perguruan Jaya Krama Fery Hermawaty, SE, S.Pd., Kepala SMA Nuryanti, SH., Wakil Kesiswaan SMA Koko Novianda, S.Pd., Wakil Kesiswaan SMK Samudra Kurniawan, S.Pd., pelatih silat Arian, serta Ketua OSIS Quratul Aini.
Danu Prayitno mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk perhatian Yayasan Hajjah Kasih Indonesia terhadap prestasi yang diraih siswa.
Menurutnya, keberhasilan Dinda dan Windy menunjukkan bahwa siswa SMK Jaya Krama mampu bersaing dalam kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Selain meraih prestasi secara individu, keduanya juga membawa nama baik Perguruan Jaya Krama dalam ajang pencak silat tingkat provinsi.
“Penghargaan ini sebagai bentuk perhatian yang tinggi dari Perguruan Jaya Krama atas prestasi siswa yang mampu bersaing di even turnamen dan berhasil membawa nama baik Perguruan Jaya Krama di kancah provinsi,” ujar Danu Prayitno.
Karena itu, ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa SMA dan SMK Perguruan Jaya Krama lainnya.
Danu juga mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang. Menurutnya, prestasi siswa tidak hanya dapat diraih melalui olahraga, tetapi juga melalui bidang sains dan berbagai kompetisi akademik.
Selanjutnya, Danu meminta pihak sekolah terus meningkatkan berbagai kegiatan yang dapat mendukung kualitas siswa.
Ia meminta kepala sekolah, guru olahraga, dan pengurus OSIS mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler secara berkelanjutan.
Dengan demikian, siswa memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan kemampuan sesuai bidang masing-masing.
Sebagai Ketua Yayasan Hajjah Kasih Indonesia, Danu menegaskan akan terus mendukung kebijakan kepala sekolah, guru, OSIS, dan siswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Dukungan tersebut mencakup kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.
“Sehingga para alumni SMA dan SMK Perguruan Jaya Krama memiliki masa depan yang mampu bersaing,” tuturnya.
Dinda Octavia merupakan siswa kelas XI SMK Jaya Krama yang telah menekuni olahraga pencak silat selama empat tahun.
Ia berlatih di Perguruan Jaya Krama serta mengikuti latihan di luar sekolah.
Medali emas pada kejuaraan pencak silat tingkat Provinsi Sumut 2026 menjadi pencapaian penting bagi Dinda.
Namun, ia tidak ingin berhenti sampai di tingkat provinsi. Dinda bercita-cita meraih prestasi pada kejuaraan pencak silat tingkat nasional.
Selain itu, Dinda juga memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui beasiswa.
Dinda merupakan putri pasangan almarhum Syahri dan Ayu Wandira. Ibunya bekerja sebagai buruh harian lepas.
Sementara itu, Windy Syahputra merupakan siswa kelas XII SMK Jaya Krama.
Windy telah mempelajari pencak silat selama dua tahun di Perguruan Jaya Krama.
Bagi Windy, pencak silat tidak hanya menjadi sarana untuk mengejar prestasi. Ia juga mempelajarinya sebagai bekal untuk membentuk diri dan memahami nilai-nilai budi pekerti luhur.
Windy merupakan putra pasangan Alimansyah dan Alinah. Orang tuanya bekerja sebagai petani dan pedagang keliling.
Prestasi medali perak yang diraih Windy bersama medali emas Dinda menjadi catatan positif bagi SMK Jaya Krama Beringin dalam pengembangan prestasi siswa.
Ke depan, prestasi kedua siswa tersebut diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk aktif mengembangkan potensi di bidang olahraga, akademik, sains, dan kegiatan ekstrakurikuler. (RGS)

















