Batu Bara – Ferari.co | Polemik gaji pegawai PDAM Tirta Tanjung hingga kini belum menemukan titik terang. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun Ferari.co, pendapatan di sejumlah unit pelayanan justru menunjukkan tren yang tidak begitu buruk.
Sebelumnya, Plt Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung, Zulkarnai Achmad, yang juga pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas, menyebut keterlambatan pembayaran gaji disebabkan kerusakan jaringan di wilayah Tanjung Tiram, meski gangguan tersebut diklaim tidak berdampak ke seluruh daerah pelayanan.
Namun, alasan tersebut menimbulkan pertanyaan, mengingat pendapatan perusahaan disebut tidak mengalami penurunan signifikan dan pemasukan dari pembayaran pelanggan masih berjalan, sementara data lapangan yang dihimpun Ferari.co menunjukkan kondisi tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pernyataan tersebut.
Bawah Target, Tapi Pendapatan Naik
Sumber informasri Ferari.co mengungkapkan bahwa pendapatan pelanggan di Unit Perupuk terbilang lancar. Kendala distribusi air sebelumnya terjadi akibat kebocoran pipa di wilayah Gambus, Titi Merah, dan Titi Putih.
“Sekarang sudah normal dan air sudah mengalir kembali,” ungkap sumber kepada Ferari.co, Sabtu (10/1/2026).
Bawah Target, Tapi Pendapatan Naik
Di Unit Air Putih, pendapatan memang belum mencapai target bulanan sebesar Rp15 juta. Meski demikian, pendapatan tetap meningkat secara bertahap.
“misalnya seperti Oktober sekitar Rp10 juta, November Rp12 juta, dan Desember naik jadi Rp15 juta,” jelas sumber.
Distribusi air sempat terganggu akibat pipa pecah di kawasan Simpang Inalum, namun saat ini telah diperbaiki.
Pipa tersebut diklaim ditanam lebih dari satu meter sesuai spesifikasi teknis oleh pihak PUTR. Kerusakan diduga terjadi akibat kendaraan kontainer yang kerap parkir di atas jalur pipa, terutama saat malam hari ketika tekanan air kosong.
Pendapatan Unit Lain Juga Meningkat
Tak hanya Perupuk dan Air Putih, sumber juga menyebut pendapatan unit-unit lainnya ikut meningkat. Namun, peningkatan itu tidak berdampak langsung pada pemenuhan hak pegawai.
Gaji Hanya Dibayar Gaji Pokok November
Hingga kini, pegawai PDAM Tirta Tanjung hanya menerima gaji pokok bulan November, dengan nominal sekitar Rp900 ribu per orang. Tidak ada kejelasan kapan sisa gaji akan dibayarkan.
“Janji perusahaan hanya bilang diupayakan hari Jumat (9/1/2026) namun tidak ada juga pembayaran dan mereka tidak berani memastikan gaji dibayar penuh,” ujar sumber.
Pegawai Keluhkan Beban Hidup dan Minimnya Transparansi
Kondisi ini memicu keluhan serius dari para pegawai. Banyak di antara mereka memiliki anak yang masih sekolah dan terpaksa berutang untuk kebutuhan sehari-hari.
“Maaf, ini bisa dibilang zalim. Kami tetap diwajibkan masuk kerja dan menagih ke lapangan, tapi hak kami tidak ada kejelasan sama sekali,” keluhnya.
Upaya meminta transparansi keuangan juga disebut berujung buntu. Dalam pertemuan internal pada Rabu (6/1/2026), pegawai tidak mendapatkan penjelasan karena pihak yang memegang data keuangan dan umum tidak hadir.
“Kami tidak tahu ke mana hasil pendapatan. Kami minta data, tapi tidak pernah diberikan walaupun sudah dihubungi yang terkait tetapi tidak ada jawaban,” tegasnya.
THR dan BPJS Bertahun-tahun Tak Dibayar
Ironisnya, pegawai mengaku tidak menerima THR selama tiga tahun terakhir. Padahal, Plt Dirut saat ini disebut sangat mengetahui kondisi tersebut ketika masih menjabat sebagai Dewan Pengawas.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan disebut menunggak selama satu tahun, sementara BPJS Kesehatan belum dibayarkan selama dua bulan.
“Itu murni tidak dibayarkan. Kami tidak tahu ke mana uangnya,” ungkap sumber.
Menjelang Puasa, Pegawai Minta Kepastian
Menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, keresahan pegawai semakin memuncak.
“Sebentar lagi puasa dan Lebaran. Kalau gaji tidak dibayar, bagaimana nasib kami? Mau mengadu ke siapa? sedang kan kami hanya mengharapkan itu, Kalau kami resign, kami mau kerja apa?” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung belum memberikan kejelasan terkait pembayaran gaji pegawai, tunggakan BPJS, maupun persoalan THR, meski upaya konfirmasi telah dilakukan redaksi. Ferari.co masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak manajemen PDAM Tirta Tanjung untuk dimuat secara berimbang sesuai ketentuan jurnalistik. (RGS)
















