Batu Bara – Ferari.co | Kilang padi di Desa Air Hitam, Dusun 2, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, kini menjadi sorotan serius. Selain mangkrak, aset negara diduga hilang, termasuk genset yang sebelumnya mendukung operasional kilang.
Ketua Forum Masyarakat Daerah Sumatra Utara FORMATSU, Rudy Harmoko SH, menilai kondisi ini menunjukkan indikasi pembiaran yang sistematis dan menegaskan potensi tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan anggaran.
“Kilang padi dibangun dengan uang rakyat. Sekarang mangkrak dan asetnya hilang. Ini bukan kelalaian biasa, tapi potensi kejahatan anggaran,” tegas Rudy.
FORMATSU menekankan kurangnya pengawasan pemerintah daerah dan aparat terkait, yang memungkinkan hilangnya aset tanpa catatan resmi.
Menurut Rudy, hal ini bisa dikategorikan sebagai perbuatan merugikan keuangan negara sebagaimana diatur dalam:
Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi: Setiap orang yang dengan sengaja merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dapat dipidana.
Pasal 3 UU Tipikor: Setiap orang yang turut serta atau dengan sengaja menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.
“Tidak ada papan aset, berita acara pemindahan, maupun penjelasan resmi. Ini menimbulkan dugaan kuat adanya penyalahgunaan aset negara,” tambah Rudy.
Proyek kilang padi yang menghabiskan anggaran besar itu awalnya digadang-gadang sebagai pusat pengolahan padi modern, namun kini hanya menjadi bangunan kosong tanpa aktivitas.
FORMATSU mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (KEJATISU) untuk audit menyeluruh dan investigasi oleh aparat penegak hukum, agar kerugian negara dapat ditelusuri dan pelaku pertanggungjawaban hukum.
“Ini bukan sekadar mangkrak. Ini soal integritas pemerintahan, uang rakyat, dan hukum yang harus ditegakkan. Pemerintah tidak boleh menutup mata,” ujarnya Rudy.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, pada Senin (12/1/2026) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara belum memberikan jawaban atas konfirmasi Ferari.co terkait kilang padi di Desa Air Hitam yang mangkrak dan kehilangan sejumlah aset negara, termasuk genset.
Hingga saat ini, jawaban resmi dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara terkait kondisi kilang padi di Desa Air Hitam yang mangkrak dan hilangnya aset negara masih ditunggu. Ferari.co menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka untuk klarifikasi dari dinas terkait, agar publik mendapat informasi yang akurat dan pertanggungjawaban pemerintah dapat jelas. (RGS)
















