Toba –Ferari.co | PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus memperkuat komitmennya dalam konservasi Danau Toba melalui kolaborasi strategis dengan Perum Jasa Tirta 1 (PJT 1). Program ini difokuskan pada pelestarian air, hutan, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba. Kamis (15/1/2026).
Melalui kolaborasi ini, INALUM menjalankan berbagai program konservasi alam yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Langkah ini sekaligus menegaskan peran INALUM dalam menjaga keberlanjutan Danau Toba sebagai sumber kehidupan dan penggerak ekonomi masyarakat.
Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan INALUM, Sunarno A. Rakino, menyatakan bahwa upaya konservasi Danau Toba membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keseimbangan ekosistem hanya dapat terjaga jika perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan berjalan seiring.
“Bagi INALUM, Danau Toba bukan sekadar bentang alam. Danau ini adalah warisan bagi generasi mendatang. Karena itu, kami hadir melalui aksi konservasi yang terukur, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat secara aktif,” ujar Sunarno.
Konservasi Danau Toba Berbasis Air dan Resapan
Dalam mendukung konservasi sumber daya air, INALUM membangun 10.000 lubang biopori di Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, perusahaan juga merealisasikan 500 unit sumur resapan di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara.
Tidak berhenti di situ, INALUM menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo. Program ini menjadi solusi inovatif untuk menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu Danau Toba.
Edukasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Di bidang edukasi, INALUM menjalankan Program Sekolah Peduli Lingkungan di 15 sekolah sekitar Danau Toba. Program ini menjangkau wilayah Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo.
Selain itu, INALUM membangun tiga unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) dengan kapasitas 50.000 bibit per tahun. Perusahaan juga mengembangkan Pembibitan Modern Paritohan yang mampu memproduksi hingga 500.000 bibit per tahun. Fasilitas ini menjadi fondasi penting bagi penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.
Cegah Karhutla Lewat Penguatan Masyarakat
Untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, INALUM membentuk dan melatih 18 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Program ini dilaksanakan di Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo, dan Samosir hingga tahun 2025.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini mendorong kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan DTA Danau Toba.
Rehabilitasi Lingkungan dan Mitigasi Bencana
INALUM juga menjalankan program penanaman pohon sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan Danau Toba. Sebanyak 1.050 pohon ditanam di berbagai lokasi prioritas dengan luas area lebih dari 1.400 hektare.
Jenis tanaman dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan. Tujuannya untuk mencegah erosi, meningkatkan daya serap air, serta menjaga kualitas air Danau Toba. Program ini sekaligus menjadi langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.
Komitmen Berkelanjutan untuk Danau Toba
Seluruh program konservasi INALUM dirancang secara kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, INALUM memastikan konservasi Danau Toba tidak bersifat simbolis, tetapi memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Ke depan, INALUM berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Upaya ini diharapkan mampu menjaga Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan pilar ekonomi Sumatera Utara serta Indonesia.(RGS)
















