Batu Bara – Ferari.co | Dugaan PPPK paruh waktu titipan kembali mencoreng wajah birokrasi Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Data Panitia Seleksi Nasional mengungkap satu pegawai yang lolos seleksi, namun rekam kehadirannya justru dipertanyakan.
Peserta tersebut berinisial ZIL. Ia dinyatakan lulus sebagai Penata Layanan Operasional dengan lokasi kebutuhan kerja di kantor Camat Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Di atas kertas, semuanya terlihat normal. Namun, fakta di lapangan berkata lain.
Informasi yang dihimpun Ferari.co menyebutkan, ZIL diduga tidak pernah sepenuhnya aktif masuk kantor, baik sebelum maupun setelah dinyatakan lulus PPPK paruh waktu. Ironisnya, hak keuangan disebut tetap berjalan, seolah kehadiran hanyalah formalitas administratif.
Upaya konfirmasi Ferari.co kepada Kepala BKPSDM Kabupaten Batu Bara, M Aldy Ramadhan terkait data absensi ZIL telah dilakukan pada, Senin (26/1/2026) melalui pesan WhatsApp.
Pertanyaan dilayangkan secara resmi, mencakup periode sebelum kelulusan hingga kondisi terkini. Namun hingga berita ini dipublikasikan, tidak satu pun jawaban diberikan. Sikap bungkam ini justru memperkuat kecurigaan publik.
Dugaan semakin menguat setelah muncul informasi bahwa ZIL digadang-gadang memiliki hubungan darah dengan Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Batu Bara, Rahmad Khaidir Lubis. Jika benar, kondisi ini patut diduga sebagai konflik kepentingan serius dalam proses seleksi PPPK paruh waktu.
Seorang sumber yang didapatkan oleh Ferari.co menegaskan bahwa kehadiran ZIL di kantor sangat minim. “Yang jadi pertanyaan, jika jarang hadir, bagaimana bisa lolos seleksi? Apakah sistem seleksi benar-benar berjalan objektif?” ujar sumber tersebut, Selasa (27/1/2026).
Kasus ini menimbulkan satu pertanyaan mendasar: apakah seleksi PPPK paruh waktu murni berdasarkan kompetensi, atau justru ruang empuk bagi praktik titipan berkedok regulasi?
Publik kini menuntut transparansi penuh, mulai dari pembukaan data absensi hingga penjelasan resmi terkait dugaan relasi keluarga. Tanpa klarifikasi terbuka, kepercayaan terhadap proses rekrutmen ASN berpotensi semakin runtuh.
Ferari.co menegaskan komitmen untuk terus mengawal isu ini dan memberi ruang hak jawab kepada pihak-pihak terkait, demi menjaga akuntabilitas dan integritas birokrasi daerah. (RGS)
















