Batu Bara – Ferari.co | Satu tahun kinerja Bupati Batu Bara kembali menjadi perbincangan publik. Namun kali ini, nadanya tidak lagi sekadar harapan, melainkan mulai mengarah pada pertanyaan kritis: puaskah masyarakat dengan kinerja Bupati Batu Bara saat ini?
Sejak Pilkada 2024, Baharuddin Siagian dan Syafrizal membawa berbagai janji politik Batu Bara yang menyentuh hampir seluruh sektor. Mulai dari layanan kesehatan gratis hanya dengan KTP, pembangunan puskesmas rawat inap di setiap kecamatan, hingga perluasan beasiswa dan peningkatan kesejahteraan guru.
Di sektor ekonomi, janji politik Batu Bara juga terdengar ambisius. Penguatan UMKM melalui pelatihan dan pembiayaan, pembangunan pasar induk di Limapuluh, serta dukungan bagi nelayan dan petani melalui bantuan benih dan infrastruktur menjadi bagian dari strategi yang ditawarkan.
Tidak hanya itu, reformasi birokrasi berbasis teknologi, transparansi pelayanan publik, hingga pemberantasan KKN juga menjadi komitmen yang digaungkan Baharuddin Siagian–Syafrizal.
Semua Terlihat Lengkap. Semua Terdengar Meyakinkan.
Namun kini, masyarakat tidak lagi berada di fase mendengar. Masyarakat mulai menilai langsung kinerja Bupati Batu Bara berdasarkan realita di lapangan.
Di sinilah persoalan mulai terlihat. Ketika sebagian janji politik Batu Bara belum menunjukkan progres yang jelas, publik mulai mempertanyakan arah kebijakan pemerintah daerah. Ketika perubahan belum terasa signifikan, kepercayaan pun perlahan diuji.
Masalahnya bukan pada kurangnya rencana, tetapi pada minimnya realisasi yang dirasakan. Janji politik tidak seharusnya berhenti sebagai dokumen kampanye. Sebaliknya, janji harus hadir sebagai program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baharuddin Siagian sebagai Bupati Batu Bara memegang kendali penuh atas arah pembangunan daerah. Sementara itu, Syafrizal sebagai Wakil Bupati memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, bukan sekadar menjadi pelengkap struktur pemerintahan.
Keduanya Kini Tidak Lagi Berada di Panggung Kampanye, Tetapi di Ruang Evaluasi Publik.
Seiring berjalannya waktu, evaluasi terhadap kinerja Bupati Batu Bara terus menguat. Sebagian masyarakat mulai menilai bahwa realisasi janji politik Batu Bara belum sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi saat Pilkada 2024.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang semakin relevan: apakah janji politik Pilkada 2024 Batu Bara benar-benar sedang dijalankan, atau masih tertahan sebagai wacana?
Pada akhirnya, kinerja Bupati Batu Bara akan selalu diukur dari hasil, bukan dari narasi. Masyarakat tidak membutuhkan janji baru, tetapi membutuhkan bukti nyata.
Puaskah kalian dengan kinerja Bupati Batu Bara hari ini? Jika jawabannya masih ragu, mungkin yang kurang bukan harapan melainkan realisasi. (RGS)
















