Banten – Ferari.co | Korps Sabhara Baharkam Polri terus memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional (Obvitnas) di sektor energi. Memasuki hari keempat Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP), Tim Baharkam Polri melakukan evaluasi menyeluruh di PT Lestari Banten Energi (PLTU Banten 1 x 660 MW), Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan pembangkit listrik strategis tersebut tetap beroperasi secara aman, andal, dan terbebas dari berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi pasokan listrik bagi masyarakat.
Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan objek vital nasional tidak lagi hanya mengandalkan personel keamanan maupun perangkat elektronik. Menurutnya, pendekatan modern harus mengedepankan tata kelola yang baik serta komunikasi yang humanis di lingkungan perusahaan.
“Pengamanan terbaik bukan hanya soal pagar tinggi atau CCTV, tetapi bagaimana membangun komunikasi yang humanis dengan seluruh elemen perusahaan, termasuk serikat pekerja. Keharmonisan antara kesejahteraan karyawan dan stabilitas operasional menjadi kunci menjaga keberlangsungan objek vital nasional,” ujar Kombes Pol Edy Sumardi.
Selama kegiatan berlangsung di ruang pertemuan PT Lestari Banten Energi, tim melakukan evaluasi terhadap empat komponen utama Sistem Manajemen Pengamanan (SMP). Keempat aspek tersebut meliputi pola pengamanan, konfigurasi pengamanan, standar kemampuan personel pelaksana, serta sistem monitoring dan evaluasi.
Selanjutnya, Tim Baharkam Polri berdialog dengan berbagai unit kerja di perusahaan. Pembahasan mencakup kesiapan tim Technical Service dan Maintenance untuk mencapai target zero breakdown, pengamanan dokumen digital pada bagian Financ dan Procurement, hingga pengawasan operasional laboratorium agar pengendalian mutu limbah tetap sesuai standar lingkungan.
Selain itu, Baharkam Polri juga mendorong setiap departemen memiliki kemampuan melakukan analisis risiko pengamanan secara mandiri. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap potensi ancaman dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara cepat.
“PLTU Banten merupakan infrastruktur super kritis yang memasok kebutuhan energi masyarakat. Karena itu, deteksi dini dan mitigasi risiko dari hulu hingga hilir menjadi faktor penting agar operasional tetap berjalan efisien tanpa gangguan,” tegas Kombes Pol Edy Sumardi.
Di sisi lain, koordinasi pengamanan lapangan turut diperkuat bersama Chief Security serta personel bantuan kendali operasi (BKO) dari TNI dan Polri. Koordinasi ini dilakukan untuk menyelaraskan administrasi, prosedur, serta rencana operasi pengamanan di kawasan pembangkit.
Rangkaian Bimbingan Teknis Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan hari keempat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, Baharkam Polri berharap pengamanan objek vital nasional di sektor energi semakin kuat sehingga mampu menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung iklim investasi yang aman dan kondusif di Provinsi Banten. (RGS)
















