Medan – Ferari.co | Generasi Muda (GM) Putra/i Jawa Sumatera dan Indonesia (Pujakesuma) resmi berdiri secara mandiri setelah penandatanganan Akta Notaris di Kota Medan, Selasa (22/9/2026).
Proses penandatanganan tersebut berlangsung di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan. Agenda ini menjadi bagian penting dalam penguatan kelembagaan GM Pujakesuma yang didirikan pada 23 Oktober 1998 di Medan.
Penandatanganan akta dilakukan setelah para pihak mendapatkan penjelasan mengenai isi akta. Selanjutnya, dokumen tersebut ditandatangani di hadapan Dewan Pendiri GM Pujakesuma, yakni Drs Syaiful Syafri MM, Danu Prayitno SE MM, Dedi Tano, dan Titik Anggriyani.
Dalam proses tersebut, turut hadir Notaris Retmo Yanty SH M.Kn, DR Reny Maysyarah SE M.Si, serta pengacara Sumatera Utara Alamsyah Hamdani SH.
Bersamaan dengan kemandirian organisasi tersebut, struktur pimpinan DPP GM Pujakesuma menetapkan Danu Prayitno SE MM sebagai Ketua Umum. Sementara itu, Dedi Tano dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal dan Titik Anggriyani sebagai Bendahara Umum.
Ketua Umum DPP GM Pujakesuma Danu Prayitno menjelaskan bahwa kemandirian organisasi diarahkan untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan.
Menurutnya, GM Pujakesuma akan memusatkan program pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) anggota. Selain itu, organisasi juga mendorong pembukaan lapangan kerja melalui pengembangan ekonomi kreatif.
“GM Pujakesuma konsentrasi pada peningkatan SDM anggota, membuka lapangan kerja melalui ekonomi kreatif, serta mengembangkan nilai-nilai budaya Jawa,” demikian pokok tujuan organisasi yang dituangkan dalam akta notaris.
Selain itu, GM Pujakesuma diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda agar memiliki kapasitas dan pengalaman dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di masa mendatang.
Dengan demikian, kemandirian GM Pujakesuma tidak hanya berkaitan dengan aspek kelembagaan. Organisasi juga menempatkan pengembangan generasi muda sebagai salah satu fokus utama.
Ketua Dewan Pendiri GM Pujakesuma Drs Syaiful Syafri MM mengatakan, kemandirian organisasi akan diikuti dengan penataan kembali kepengurusan di berbagai tingkatan.
Menurut Syaiful Syafri, pelantikan ulang kepengurusan GM Pujakesuma akan dilakukan secara serentak di Sumatera Utara. Struktur tersebut mencakup DPD tingkat kabupaten dan kota hingga kepengurusan kecamatan, desa, dan kelurahan.
Selain itu, GM Pujakesuma juga akan memperkuat wadah organisasi di kalangan mahasiswa.
“Kemandirian GM Pujakesuma ini membuat setiap pengurus GM Pujakesuma di wilayah Sumut, Riau, Aceh, Sumbar dan Sumatera Selatan menyesuaikan diri dengan program sesuai tujuan organisasi,” jelas Syaiful Syafri.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi organisasi sekaligus menyelaraskan program GM Pujakesuma di berbagai daerah.
Kemandirian GM Pujakesuma juga menjadi momentum untuk memperjelas arah organisasi dalam menjalankan program kepemudaan, peningkatan SDM, ekonomi kreatif, serta pelestarian nilai-nilai budaya.
Dengan struktur baru dan agenda penataan kepengurusan, GM Pujakesuma selanjutnya akan memperkuat konsolidasi organisasi di berbagai wilayah. (RGS)

















