Batu Bara – Ferari.co | Krisis air bersih yang melanda Kelurahan Lima Puluh selama 10 hari menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Batu Bara. Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD bersama manajemen PDAM Tirta Tanjung, Selasa (12/5/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara turut dihadiri perwakilan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GEMAPI). Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap pelayanan PDAM Tirta Tanjung yang dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama gangguan distribusi air berlangsung.
Menurut GEMAPI, ribuan pelanggan di Kelurahan Lima Puluh tidak mendapatkan pasokan air bersih selama sekitar 10 hari. Kondisi itu berdampak pada aktivitas sehari-hari warga, mulai dari kebutuhan mandi, memasak, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Perwakilan GEMAPI menilai penanganan gangguan distribusi air belum dilakukan secara optimal. Selain itu, masyarakat disebut tidak memperoleh informasi yang memadai mengenai penyebab gangguan maupun estimasi normalisasi pelayanan.
“Ini bukan lagi soal gangguan teknis. Ini bentuk kegagalan pelayanan publik. Masyarakat membayar tagihan, tetapi hak mereka untuk memperoleh layanan air bersih tidak terpenuhi,” ujar perwakilan GEMAPI dalam rapat.
Mahasiswa juga meminta PDAM Tirta Tanjung melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan dan manajemen penanganan krisis agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara meminta jajaran direksi PDAM Tirta Tanjung memberikan penjelasan terkait penyebab terhentinya distribusi air serta langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan untuk memulihkan pelayanan kepada masyarakat.
DPRD juga menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga setiap gangguan harus ditangani secara cepat, transparan, dan disertai penyampaian informasi yang jelas kepada pelanggan.
Selama gangguan berlangsung, sebagian warga dilaporkan terpaksa membeli air bersih dari pihak lain, sementara sebagian lainnya mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rapat dengar pendapat tersebut diharapkan menjadi momentum evaluasi terhadap kualitas pelayanan PDAM Tirta Tanjung agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Batu Bara dapat berjalan lebih baik ke depan. (RGS)
















