Batu Bara – Ferari.co | Percakapan mengenai kinerja Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian dan Wakil Bupati belakangan ramai menghiasi media sosial. Sejumlah unggahan yang mengangkat isu pemerintahan dipenuhi komentar warganet yang menyoroti berbagai persoalan di Kabupaten Batu Bara, mulai dari kondisi jalan rusak, pelayanan publik, hingga sektor pendidikan.
Berdasarkan pantauan Ferari.co di platform media sosial, banyak warganet mengeluhkan jalan rusak di berbagai desa yang dinilai belum mendapat perbaikan maupun pembangunan.
Beberapa akun bahkan menyebut kondisi jalan di daerahnya telah bertahun-tahun belum tersentuh perbaikan. Salah satu komentar menyebut jalan di kampungnya sudah sekitar sembilan tahun belum diperbaiki.
Selain infrastruktur, sebagian warganet juga menilai kegiatan seremonial pemerintah lebih sering terlihat dibandingkan hasil pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Penilaian tersebut muncul dalam kolom komentar berbagai unggahan yang membahas aktivitas pemerintah daerah.
Salah satu komentar yang menjadi perhatian berbunyi:
“Pembangunan apa yang dibangunnya? Heboh meresmikan festival-festival, di Batu Bara belum nampak apa yang dibangunnya,” tulis salah satu akun.
Komentar lain juga mengkritik gaya komunikasi pemerintah daerah. Akun bernama GADIZA menulis:
“Terlalu banyak narasi dan omon-omon, nggak baik untuk kesehatan jantung. Di Batu Bara saat ini anak-anak yang mau melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA sangat kesulitan karena banyaknya peraturan, bukan hanya zonasi dan nilai. Saat anak-anak tidak lulus di beberapa jalur yang diatur dan tetap ingin sekolah, sekolah tidak bisa menerima sesuai aturan yang ada. Adakah orang-orang hebat di Batu Bara ini punya solusi?”
Selain itu, kondisi ibu kota Kabupaten Batu Bara di Kelurahan Lima Puluh Kota juga menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga menilai masih banyak ruas jalan yang rusak dan fasilitas umum yang belum tertata dengan baik.
Seorang warga Lima Puluh Kota yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
Menurutnya, masih banyak jalan yang mengalami kerusakan meski berada di kawasan pusat pemerintahan. Ia juga menyoroti kondisi Taman Lima Puluh yang dinilai kurang terawat serta masih terdapat sejumlah titik yang minim penerangan.
“Keadaan ibu kota sekarang menurut saya masih kurang baik. Jalan yang rusak masih banyak, taman juga kurang terawat dan masih ada titik yang gelap karena lampunya tidak menyala. Padahal ini pusat pemerintahan,” ujarnya kepada Ferari.co, Kamis (9/7/2026).
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan, Ferari.co telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian melalui pesan WhatsApp terkait berbagai kritik yang berkembang di media sosial dan disampaikan masyarakat.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak Bupati Batu Bara.
Ferari.co tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi apabila pihak Pemerintah Kabupaten Batu Bara ingin memberikan penjelasan atau tanggapan atas informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini. (RGS)
















