Batu Bara – Ferari.co | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi dan silaturahmi bersama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Batu Bara, Sumatera Utara, yang diterima langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, S.T., S.H., M.Hum., bersama jajaran pejabat struktural, Kamis (30/7/2026).
Audiensi ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan resmi Nomor P/503/K.STIT.BB/07/2026 tertanggal 29 Juli 2026 yang diajukan Yayasan Pendidikan Islam Batu Bara Sejahtera.
Rombongan STIT Batu Bara dipimpin Ketua STIT, Muhammad As’adurrofik, S.Th.I., M.Ag., bersama tim akademisi. Pertemuan difokuskan pada penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pelaksanaan program pembelajaran, serta dukungan terhadap pembinaan kerohanian dan pembentukan karakter bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan diawali dengan sambutan Kalapas Labuhan Ruku sekaligus perkenalan jajaran pejabat struktural. Selanjutnya, pihak Lapas memaparkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan, terutama pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan serta pembinaan intelektual guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
Suasana audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari program pengabdian kepada masyarakat, penelitian akademis, kuliah lapangan, hingga pelibatan dosen dan mahasiswa STIT Batu Bara dalam mendukung pembelajaran serta pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
Program tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi dunia akademik sekaligus memperkuat proses pembinaan di lingkungan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku.
Kalapas Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, mengapresiasi kunjungan STIT Batu Bara. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperkaya program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas kepribadian, intelektual, dan spiritual warga binaan.
“Sinergi dengan institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembinaan yang lebih berkualitas. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang melalui berbagai program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak,” ujarnya.
Melalui audiensi tersebut, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku kembali menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, guna mendukung penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan.
Sinergi antara Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dan STIT Batu Bara diharapkan mampu melahirkan berbagai program edukatif yang bermanfaat bagi warga binaan sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial. (RGS)

















