Manggarai — Ferari.co | Korps Brimob Polri terus memperkuat penanganan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel Korbrimob yang diperbantukan ke Polda NTT bergerak ke sejumlah wilayah terdampak untuk membantu masyarakat.
Dalam penanganan pascagempa NTT, personel Korbrimob mendirikan posko pengungsian, menyediakan layanan kesehatan, membantu evakuasi, menyalurkan bantuan sosial, serta memenuhi kebutuhan dasar warga.
Di wilayah Reo, personel Korbrimob terlebih dahulu melaksanakan apel dan pengecekan sebelum bergerak menuju Kampung Barangkolong. Setelah tiba, personel langsung mendirikan tenda posko dan tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak gempa.
Posko tersebut menjadi pusat pelayanan sekaligus mendukung koordinasi penanganan bencana di lapangan. Selain menyediakan tempat pengungsian, personel Korbrimob juga memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.
Pelayanan kesehatan meliputi pemeriksaan kondisi masyarakat, pengobatan, hingga penanganan warga yang membutuhkan bantuan medis. Personel juga membantu proses evakuasi korban sebagai bagian dari respons cepat terhadap situasi pascagempa NTT.
Selain itu, Korbrimob menyalurkan bantuan sosial kepada warga di area pengungsian. Personel turut mendukung kegiatan dapur umum dengan memasak dan menyiapkan makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Penanganan di Posko Reo juga mendapat perhatian dari jajaran pemerintah dan Polri. Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran meninjau posko pengungsian di Barangkolong untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta berkoordinasi dengan perangkat dan instansi terkait.
Kepala BNPB juga mengunjungi masyarakat terdampak di Posko Utama Reo. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pemantauan penanganan bencana dan kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, personel Korbrimob juga bergerak di wilayah Lamba Leda. Di lokasi tersebut, personel memberikan pelayanan kesehatan dengan memeriksa kondisi warga dan mengukur tekanan darah.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan pendirian tenda posko Brimob dan tenda pengungsian di wilayah Ronting. Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan tempat berlindung bagi masyarakat terdampak.
Penanganan pascagempa NTT juga dilakukan di Dusun Waso. Personel Korbrimob mendirikan tenda peleton untuk masyarakat terdampak gempa.
Di lokasi tersebut, personel turut mendukung pelayanan bagi warga pengungsi yang mendapat kunjungan Menteri Dalam Negeri. Kehadiran personel membantu memastikan kegiatan pelayanan dan koordinasi di lokasi berjalan dengan baik.
Untuk menunjang penanganan di berbagai titik, Korbrimob membawa sejumlah perlengkapan. Peralatan tersebut mencakup perangkat SAR, kesehatan, komunikasi, serta logistik.
Perlengkapan itu digunakan sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari proses evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian tenda, komunikasi, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Kehadiran Korbrimob dalam penanganan pascagempa NTT menunjukkan komitmen Polri untuk memberikan respons cepat kepada masyarakat. Personel tidak hanya membantu proses evakuasi, tetapi juga terlibat dalam pelayanan kesehatan, penyediaan tempat pengungsian, distribusi bantuan, dan penyediaan makanan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Korbrimob Polri terus berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa di NTT memperoleh perlindungan, pelayanan, dan bantuan yang dibutuhkan selama proses penanganan serta pemulihan berlangsung. (RGS)

















