Batu Bara – Ferari.co | DPD GM Pujakesuma Batu Bara menggelar pertemuan bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Ruku untuk membahas sejumlah program pemberdayaan masyarakat, peningkatan sumber daya manusia (SDM), kepemudaan, olahraga, UMKM, hingga sosialisasi bahaya narkoba bagi generasi muda.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) di Lapas Labuhan Ruku Kabupaten Batu Bara. Kegiatan dihadiri Kepala Lapas Labuhan Ruku Kelas IIA Dr. Hamdi Hasibuan, S.T., S.H., M.Hum, Kepala Bagian Humas Natal, Ketua DPD GM Pujakesuma Batu Bara Sandy, S.Kom., Sekretaris Radit Ghali Sudewo, calon Ketua DPC GM Pujakesuma Kecamatan Datuk Lima Puluh, serta para MPO GM Pujakesuma.
Kepala Lapas Labuhan Ruku Kelas IIA Hamdi Hasibuan menyambut baik kedatangan jajaran GM Pujakesuma Batu Bara. Ia mengapresiasi semangat anak muda yang memilih organisasi sebagai wadah untuk berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara Lapas Labuhan Ruku dan GM Pujakesuma dapat dikembangkan dalam berbagai bidang. Mulai dari olahraga, pemberdayaan masyarakat, UMKM, hingga ketahanan pangan.
Sementara itu, Sekretaris DPD GM Pujakesuma Batu Bara Radit Ghali Sudewo membuka pembahasan dengan memaparkan sejumlah program yang akan dikembangkan organisasi.
“Kami bergerak di bidang UMKM, terutama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Nantinya kami akan berkolaborasi dengan dinas terkait untuk mencari masyarakat yang belum memiliki usaha agar bisa mendapatkan pendampingan dan dibantu membangun usaha. Ini kami lakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Radit.
Selain UMKM, GM Pujakesuma Batu Bara juga menaruh perhatian terhadap kepemudaan dan olahraga. Organisasi tersebut berencana membangun wadah olahraga yang dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda.
Ketua DPD GM Pujakesuma Batu Bara Sandy, S.Kom., mengatakan salah satu program yang akan dikembangkan adalah pembentukan klub voli.
Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi sarana untuk merangkul generasi muda sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan organisasi dan masyarakat.
“Di bidang kepemudaan dan olahraga, kami ingin merangkul anak-anak muda melalui kegiatan yang positif. Salah satunya dengan membentuk klub voli agar anak-anak muda GM Pujakesuma dapat merasakan langsung manfaat dari kegiatan organisasi,” jelas Sandy.
Dalam pertemuan tersebut, GM Pujakesuma Batu Bara juga membahas peluang kolaborasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan peningkatan SDM.
GM Pujakesuma melihat program pembinaan yang dilakukan Lapas Labuhan Ruku terhadap warga binaan dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan di tengah masyarakat.
Radit menyampaikan bahwa proses pembinaan warga binaan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan bekerja, dapat menjadi salah satu referensi dalam merancang program pemberdayaan masyarakat.
“Kami melihat bagaimana warga binaan diberikan pembinaan hingga memiliki keterampilan. Pola seperti ini tentu bisa menjadi inspirasi bagi kami untuk dikembangkan di masyarakat luar, sehingga masyarakat juga memiliki kemampuan dan keahlian yang dapat mendukung kemandirian ekonomi,” ungkapnya.
Kepala Lapas Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan menyatakan pihaknya terbuka terhadap rencana kolaborasi bersama GM Pujakesuma Batu Bara.
Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan organisasi dapat memberikan dampak positif apabila diarahkan pada kegiatan yang produktif.
Dalam bidang olahraga, misalnya, Hamdi menyebut warga binaan juga memiliki minat terhadap berbagai kegiatan olahraga yang tersedia di dalam Lapas.
“Kalau ada kegiatan-kegiatan olahraga dari anak-anak muda, kita bisa berkolaborasi. Para warga binaan juga memiliki hobi olahraga karena fasilitasnya tersedia di dalam Lapas,” kata Hamdi.
Selain olahraga, ia juga membuka peluang kerja sama dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan UMKM. Bahkan, bidang ketahanan pangan juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kolaborasi kedua pihak.
Tidak hanya membahas pemberdayaan masyarakat, GM Pujakesuma Batu Bara juga menyampaikan rencana program di bidang lingkungan.
Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah budidaya maggot. Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi limbah organik, khususnya limbah dapur yang dihasilkan masyarakat.
Melalui program tersebut, GM Pujakesuma ingin mengajak masyarakat melihat limbah rumah tangga sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik.
Program lingkungan tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga berpeluang memperoleh nilai ekonomi dari kegiatan tersebut.
Selain pemberdayaan masyarakat, peningkatan SDM, UMKM, olahraga, dan lingkungan, pertemuan tersebut turut menyoroti pentingnya edukasi mengenai bahaya narkoba.
GM Pujakesuma Batu Bara menilai generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai dampak penyalahgunaan narkotika. Karena itu, sosialisasi dan kegiatan kepemudaan yang positif akan terus didorong sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih sehat bagi generasi muda.
Organisasi juga mendorong agar anak muda memiliki ruang untuk berkegiatan, mengembangkan keterampilan, berolahraga, serta terlibat dalam kegiatan sosial dan ekonomi produktif.
Pertemuan antara GM Pujakesuma Batu Bara dan Lapas Labuhan Ruku kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama.
Kedua pihak menyatakan kesiapan untuk membuka ruang kolaborasi dalam berbagai program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut mencakup peningkatan SDM, pemberdayaan ekonomi, UMKM, kepemudaan, olahraga, lingkungan, ketahanan pangan, hingga edukasi bahaya narkoba.
Melalui kerja sama tersebut, GM Pujakesuma Batu Bara dan Lapas Labuhan Ruku berharap dapat menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan keterampilan bagi masyarakat. (RGS)

















