Batu Bara – Ferari.co | Laskar Gen Z (Langkah Sadar Kelola Sampah Generasi Z) melakukan kunjungan edukatif ke Bank Sampah Berseri di Kuala Tanjung, tepatnya di Desa Lalang, pada (12/11/2025). Kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang sistem pengelolaan sampah dan budidaya maggot berbasis masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan Laskar Gen Z dipimpin langsung oleh Ketua Radit Ghali Sudewo, didampingi Sekretaris Argi Alfarizi serta tim kreator Rizky dan Agung. Mereka disambut dan dipandu oleh pengelola bank sampah, Pak Jo, yang menjelaskan secara rinci alur pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Pak Jo menjelaskan bahwa setiap hari terdapat beberapa truk yang masuk membawa sampah. Selanjutnya, sampah tersebut dipilah antara yang dapat diolah dan yang tidak. Sampah seperti kardus dan kertas kemudian dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomis, seperti totebag berbahan dasar batang pisang dan kertas daur ulang.
Selain itu, ia juga memaparkan proses pengolahan sampah plastik menjadi paving block. Menurutnya, sampah plastik terlebih dahulu direbus hingga mencapai tekstur tertentu, kemudian dicetak menggunakan mesin hingga menjadi produk siap pakai.
Tak hanya itu, Laskar Gen Z juga mempelajari sistem bank sampah yang diterapkan. Pak Jo menjelaskan bahwa setiap sampah yang disetorkan warga akan ditimbang dan dikonversi menjadi poin. Poin tersebut dapat ditukarkan dengan berbagai kebutuhan pokok, tergantung jumlah yang terkumpul.
Kunjungan ini juga mencakup pembelajaran budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik. Pak Jo menjelaskan bahwa proses dimulai dari budidaya lalat Black Soldier Fly (BSF), yang bertelur dalam beberapa hari. Telur tersebut kemudian menetas menjadi maggot dan dapat dipanen dalam waktu relatif singkat.
Ia menambahkan, kualitas pakan sangat menentukan hasil budidaya. Pakan maggot tidak boleh terlalu basah maupun terlalu kering agar pertumbuhan tetap optimal.
Ketua Laskar Gen Z, Radit Ghali Sudewo, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan ilmu yang diberikan selama kunjungan. Ia menilai pengalaman ini sangat penting untuk memperkuat program pengelolaan sampah yang sedang mereka kembangkan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan dan ilmu yang telah diberikan. Ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk diterapkan di masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam mengembangkan pengelolaan sampah berkelanjutan. (RGS)


















