Aceh Tamiang — Ferari.co | Kondisi pascabanjir di Dusun Alur Hitam, Desa Serbak, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang masih memprihatinkan. Berdasarkan pantauan Ferari.co, Sabtu (21/12/2025), warga hingga kini masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.
Sejumlah warga dilaporkan masih kekurangan makanan, obat-obatan, pakaian layak, air bersih, hingga listrik. Selain itu, akses jalan menuju lokasi masih berlumpur dan sulit dilalui. Banyak rumah warga ambruk setelah terseret arus banjir yang deras.
Sepanjang jalan menuju dusun terdampak, pemandangan memilukan terlihat jelas. Anak-anak kecil tampak meminta bantuan kepada relawan. Bahkan, sebagian dari mereka tidak memiliki pakaian yang layak untuk digunakan.
Seorang warga Dusun Alur Hitam menuturkan, banjir mulai datang pada malam hari menjelang subuh. Saat itu, air dengan cepat naik hingga sebatas pinggang. Curah hujan yang berlangsung berhari-hari membuat debit air terus meningkat dan akhirnya menenggelamkan rumah warga.
“Air terus naik sampai menutupi rumah. Kalau yang kami rasakan, ketinggian air sudah setinggi tiang listrik. Kami terpaksa mengungsi ke atas bukit,” ujar warga tersebut.
Warga lainnya juga menyampaikan bahwa sejak banjir terjadi hingga saat ini, mereka belum mendapatkan aliran listrik dan sinyal komunikasi. Kondisi ini semakin memperparah situasi, terutama bagi anak-anak, balita, ibu hamil, dan para lansia yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami sangat membutuhkan bantuan. Banyak anak-anak di sini, balita, ibu hamil, dan lansia. Semua yang kami miliki sudah hilang,” ungkapnya dengan nada sedih.
Meski kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian yang diperkirakan terputus selama beberapa bulan ke depan, harapan warga cukup sederhana. Mereka berharap pemerintah segera membantu pemulihan rumah dan kehidupan mereka pascabencana.
Saat Ferari.co mendatangi lokasi dan berinteraksi langsung dengan anak-anak terdampak banjir, suasana haru pun terasa. Anak-anak tampak bahagia dengan kedatangan tim Ferari.co bersama masyarakat Desa Lalang. Mereka mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan dan jajanan sederhana.
Hingga kini, warga Dusun Alur Hitam masih menanti perhatian serius dari pihak terkait. Banjir memang telah surut, namun krisis kemanusiaan di Aceh Tamiang masih nyata dan mendesak untuk ditangani. (RGS)
















