Medan – Ferari.co | Petinju muda asal Kabupaten Batu Bara, Mikael Vaniroy Butar-Butar (17), berhasil meraih kemenangan Technical Knock Out (TKO) pada ronde kedua dalam pertandingan kelas 65 kilogram pada ajang Spirit Fight Season 2 dengan rules kick boxing yang digelar di Kota Medan, Sabtu (7/2/2026).
Mikael yang berasal dari Desa Cahaya Pardomuan, Kecamatan Datuk Lima Puluh, tampil agresif sejak awal pertandingan. Meski menghadapi lawan yang dikenal cukup kuat, Fachri Adi Wira Yusri yang berasal dari Medan. Petinju binaan Sasana R2 Fighting tersebut mampu mendominasi laga hingga wasit menghentikan pertandingan pada ronde kedua dan menyatakan kemenangan TKO untuk Mikael.
“Lawan cukup kuat, tapi puji Tuhan saya lebih kuat,” ujar Mikael usai pertandingan kepada Ferari.co.
Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mikael yang membawa nama Kabupaten Batu Bara, khususnya Kecamatan Datuk Lima Puluh dan Desa Cahaya Pardomuan, di ajang olahraga tarung tingkat Sumatera Utara.
Namun di balik prestasinya, Mikael mengaku belum mendapatkan perhatian maupun dukungan dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Ia menyebut selama ini dukungan justru datang dari Kepala Desa Cahaya Pardomuan, Saham Sirait, serta beberapa pihak swasta.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Kepala Desa Cahaya Pardomuan yang telah membantu saya hingga bisa sampai di titik ini,” katanya.
Selain itu, Mikael juga mendapat dukungan dari Caffe Occen.id dan RM Khas Batak Butar-Butar yang turut membantu perjalanannya di dunia olahraga tarung.
Prestasi Mikael bukan yang pertama. Pada tahun 2024, ia berhasil menembus ajang nasional di Bali, namun menurutnya tidak ada apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Bahkan pada Juli 2025, ia gagal berangkat ke ajang nasional di Nusa Tenggara Barat (NTB) karena keterbatasan dana dan minimnya dukungan.
“Kalau mau berkarir lebih tinggi, harus menggunakan dana pribadi karena minimnya dukungan pemerintah,” ungkapnya.
Meski demikian, perjuangan Mikael mulai mendapat perhatian dari pelatih internasional Indonesia, Sadarwati Icen Simbolon. Ia mengaku sempat berbincang langsung setelah pelatih tersebut melihat performanya di atas ring, dan membuka peluang bagi Mikael untuk tampil di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
Selepas kemenangan Mikael, pelatih R2 Fighting menyatakan kemenangan yang diraih Mikael Vaniroy Butar-Butar merupakan hasil dari latihan disiplin dan kerja keras yang telah dijalani secara konsisten. Ia menilai Mikael menunjukkan perkembangan signifikan dan mampu menerapkan hasil latihan dengan baik di atas ring, sehingga tampil percaya diri dan berhasil meraih kemenangan TKO pada ronde kedua.
“Ini adalah hasil dari latihan disiplin dan kerja keras yang selama ini dijalani Mikael. Ia menunjukkan perkembangan yang baik dan mampu menerapkan teknik dengan percaya diri hingga meraih kemenangan TKO,” ujar pelatih R2 Fighting.
Event Spirit Fight Season 2 sendiri merupakan kejuaraan kick boxing yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, bahkan melibatkan atlet dari tiga negara, yakni Indonesia, Timor Leste, dan Samaria, menjadikannya ajang bergengsi bagi atlet tarung muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Dengan kemenangan ini, Mikael membuktikan bahwa keterbatasan dukungan bukan menjadi penghalang untuk berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Batu Bara di kancah olahraga tarung regional maupun nasional.
Hingga berita ini diterbitkan, Ferari.co belum memperoleh tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara terkait dukungan terhadap atlet tersebut.(RGS)
















