Batu Bara – Ferari.co | Tokoh muda sekaligus aktivis kebijakan publik, Yudi Pratama, mengeluarkan pernyataan keras terkait kinerja dan posisi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Batu Bara saat ini. Yudi secara terbuka menyerukan agar Plt Sekwan segera meletakkan jabatannya demi menjaga integritas birokrasi.
Desakan ini muncul karena kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh Plt Sekwan dinilai bertolak belakang dengan komitmen serta visi strategis yang selama ini diusung oleh Bupati dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Ketidakselarasan Visi dan Komitmen
Dalam keterangannya, Yudi menekankan bahwa posisi Sekwan memiliki peran krusial sebagai jembatan antara eksekutif dan legislatif. Namun, dinamika yang terjadi belakangan ini justru menunjukkan adanya “ego birokrasi” yang menghambat program prioritas daerah.
”Apa yang dilakukan Plt Sekwan saat ini sangat kontradiktif dengan komitmen Bupati untuk melakukan percepatan reformasi birokrasi. Bukannya mendukung visi pimpinan, tindakan yang bersangkutan justru berpotensi merusak citra pemerintah di mata publik dan legislatif,” tegas Yudi Pratama kepada Ferari.co, Minggu (22/2/2026).
Selain dinilai bertentangan dengan komitmen Bupati, Plt Sekwan juga disebut tidak sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Yudi Pratama menilai, sebagai badan publik yang menggunakan anggaran negara, Sekretariat DPRD wajib bersikap transparan terhadap permintaan informasi yang bersifat terbuka.
Menurutnya, apabila informasi publik tidak diberikan tanpa alasan yang jelas sesuai ketentuan undang-undang, maka hal tersebut patut dipertanyakan dan berpotensi mencederai prinsip akuntabilitas pemerintahan.
Poin-Poin Utama Desakan
Yudi Pratama menggarisbawahi beberapa alasan di balik seruan pengunduran diri tersebut.
- Ketidakpatuhan Instruksi: Adanya indikasi pengabaian arah kebijakan Bupati yang berkaitan dengan efisiensi anggaran di lingkungan kesekretariatan.
- Hambatan Komunikasi: Hubungan harmonis antara DPRD dan Pemerintah Daerah terganggu akibat gaya komunikasi Plt Sekwan yang dinilai tidak akomodatif.
- Penyegaran Birokrasi: Diperlukan sosok yang lebih kompeten dan memiliki loyalitas penuh terhadap visi pembangunan daerah agar roda pemerintahan berjalan optimal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Plt Sekretaris DPRD Kabupaten Batu Bara belum memberikan tanggapan atas pesan konfirmasi yang telah dikirimkan oleh Ferari.co melalui WhatsApp.
Upaya konfirmasi dilakukan guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi terkait pernyataan Yudi Pratama yang mendesak pengunduran diri tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban maupun respons yang disampaikan.
Ferari.co menegaskan tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Plt Sekwan agar pemberitaan ini tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik dan kode etik pers. Apabila tanggapan resmi telah diterima, redaksi akan memuatnya dalam pemberitaan lanjutan.
Pernyataan Penutup
Yudi memperingatkan bahwa jika Plt Sekwan tidak segera mengambil langkah mundur secara ksatria, hal ini akan terus menjadi beban bagi jalannya roda pemerintahan.
”Demi kepentingan daerah yang lebih besar dan agar tidak menjadi batu sandungan bagi pencapaian target-target Bupati, saya menyarankan Plt Sekwan untuk segera mengundurkan diri. Jangan sampai profesionalisme ASN tercoreng karena kepentingan yang tidak sejalan dengan komitmen pimpinan daerah,” tutup Yudi. (RGS)
















