Batu Bara – Ferari.co | PT Indonesia Asahan Aluminium terus menunjukkan komitmennya sebagai BUMN dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui bantuan pembangunan dan penyediaan fasilitas bagi warga Desa Baturangin.
Pada tahun 2022, tim PT INALUM melakukan survei langsung ke Desa Baturangin yang berada di wilayah terpencil. Untuk mencapai lokasi tersebut, tim harus berjalan kaki sekitar enam jam dengan jarak tempuh kurang lebih 18 kilometer dari Kantor Desa Meranti Tengah.
Desa terpencil itu dihuni sekitar 40 kepala keluarga yang tersebar di tiga kampung, yakni Huta Godang, Baturangin, dan Hutaregar. Mayoritas warga bekerja sebagai petani dengan keterbatasan akses infrastruktur dasar.
Perwakilan warga Desa Baturangin, Buka Siagian, mengapresiasi langkah PT INALUM yang dinilai serius membantu masyarakat di wilayah mereka.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya datang melihat kondisi desa, tetapi juga memberikan bantuan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“PT Inalum sudah susah payah datang ke desa kami dan memberikan bantuan berupa jetor, kilang padi, lampu penerangan jalan, lalu dilanjutkan lagi lampu PLTS ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini Desa Baturangin termasuk wilayah tertinggal karena belum memiliki akses listrik, internet, dan infrastruktur yang memadai. Akibatnya, aktivitas masyarakat berjalan dalam berbagai keterbatasan.
Namun, bantuan dari PT INALUM perlahan mulai mengubah kondisi desa. Kehadiran penerangan jalan, listrik tenaga surya, hingga akses internet membuat masyarakat lebih mudah berkomunikasi dan mendapatkan informasi.
“Inalum membantu mengeluarkan desa kami dari ketertinggalan. Malahan PT Inalum peduli lagi untuk memberikan Starlink sehingga desa kami sudah bisa mengakses internet. Jadi kalau ada kerinduan dengan sanak saudara di perantauan sudah bisa,” ucapnya haru.
Program bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen INALUM dalam mendukung pembangunan masyarakat di wilayah terpencil. Perusahaan berharap kehadiran BUMN mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah. (RGS)


















