Batu Bara – Ferari.co | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui program pertanian produktif. Kali ini, warga binaan berhasil memanen 150 kilogram kangkung sebagai hasil dari program pembinaan kemandirian yang sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Program budidaya kangkung tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan berkelanjutan yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan ini juga bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Seluruh proses budidaya dilakukan oleh warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bawah pengawasan petugas Seksi Kegiatan Kerja. Mulai dari pengolahan lahan, penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga panen, seluruh tahapan dikerjakan secara langsung oleh warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, S.T., S.H., M.Hum., mengatakan program budidaya kangkung memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan bertani, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta etos kerja sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas nanti.
“Melalui program pembinaan kemandirian ini, kami berharap warga binaan memperoleh keterampilan yang produktif dan memiliki bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang diberikan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang positif,” ujar Hamdi Hasibuan.
Keberhasilan panen 150 kilogram kangkung merupakan hasil dari perawatan yang dilakukan secara konsisten oleh warga binaan bersama petugas pembimbing. Hasil panen tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian.
Program pertanian yang dijalankan Lapas Labuhan Ruku juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan. Berbagai komoditas pertanian terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui keberhasilan panen ini, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi modal untuk hidup mandiri, produktif, serta berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya. (RGS)

















