Jakarta — Ferari.co | Polri menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026 secara serentak di seluruh Polda jajaran, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan terpusat berlangsung di Lapangan Apel Korps Sabhara Baharkam Polri, Jakarta. Apel tersebut menjadi langkah Polri untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di berbagai wilayah Indonesia.
Apel di Mako Korps Sabhara Baharkam Polri dipimpin Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Dr. M. Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M.
Sebanyak 420 personel gabungan terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 360 personel Polri, 20 personel Basarnas, 20 personel Damkar Kota Depok, dan 20 personel BPBD.
Nazly mengatakan, apel serentak ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman Karhutla. Selain itu, kegiatan tersebut juga memperkuat koordinasi lintas instansi.
“Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi Karhutla. Penanganan Karhutla membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi, sehingga seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Nazly di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan Nazly, luas areal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare.
Karhutla terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, hingga daerah lainnya.
Menurut Nazly, cuaca panas, kekeringan, angin kencang, serta aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara membakar menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu Karhutla.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak menunggu api membesar. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi kepada masyarakat, dan respons cepat harus menjadi prioritas dalam penanganan Karhutla.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta respons cepat harus menjadi langkah utama dalam penanganan Karhutla,” tegasnya.
Nazly juga menekankan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan sinergi lintas sektor. Polri akan berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, serta masyarakat.
“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci. Polri siap bekerja bersama seluruh stakeholder untuk melakukan pencegahan, penanganan, hingga penegakan hukum apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Melalui apel serentak tersebut, Polri berharap seluruh jajaran memiliki kesamaan persepsi dan kesiapan operasional dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Selain itu, kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Kita ingin memastikan seluruh personel di lapangan siap memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus menjaga hutan dan lahan Indonesia dari ancaman kebakaran,” pungkas Nazly. (RGS)

















