Indramayu — Ferari.co | Tim Klarifikasi Baharkam Polri memulai verifikasi dan klarifikasi implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VI Balongan, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan sistem pengamanan kilang berjalan optimal. Selain itu, proses klarifikasi juga bertujuan meningkatkan standar keamanan salah satu aset strategis energi nasional.
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Klarifikasi, Kombes Pol Ananta Giarinto, S.H. Ia didampingi Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Jabar AKBP Dr. Bohari, S.H., M.H., serta tim auditor tenaga profesional lainnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama berlangsung di Ruang Rapat Puskodal Gedung Amanah RU VI Balongan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penyampaian HSSE Induction & Plan Visitor.
Selanjutnya, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menyampaikan sambutan. Ia didampingi GHOM RU Balongan, Eko Nurcahyono, serta jajaran manajemen dan staf HSSE.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Pertamina memaparkan gambaran umum profil perusahaan dan posisi Kilang Balongan sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Kombes Pol Ananta Giarinto menjelaskan sejumlah parameter penting dalam penilaian SMP Obvitnas. Menurutnya, sistem pengamanan tidak cukup hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga harus mampu menghadapi potensi gangguan di lapangan.
“Kilang Pertamina Balongan merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energi negara. Melalui klarifikasi implementasi SMP ini, kami dari Baharkam Polri ingin memastikan bahwa sistem proteksi yang diterapkan di sini tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi benar-benar adaptif dan tangguh dalam menghadapi segala bentuk potensi gangguan keamanan di lapangan,” ujar Ananta.
Usai pembukaan dan foto bersama, Tim Baharkam Polri melakukan observasi lapangan. Tim meninjau sejumlah titik perimeter dan area yang dinilai krusial dalam sistem pengamanan Kilang Balongan.
Beberapa lokasi yang diperiksa antara lain Pos 3 area zona merah kilang, area kilang, Control Center Oil Movement, Command Center, Pos 1 Utama, hingga area Pos Jetty.
Pada sesi sore, tim melanjutkan kegiatan dengan wawancara mendalam dan pemeriksaan dokumen SMP Elemen I. Pemeriksaan tersebut berfokus pada komitmen serta kebijakan manajemen dalam aspek pengamanan perusahaan.
Berdasarkan evaluasi hari pertama, proses wawancara dan pemeriksaan dokumen berlangsung lancar. Tim penilai juga merumuskan sejumlah catatan strategis dan rekomendasi yang kemudian dimasukkan ke dalam matriks penilaian skoring formal.
Seluruh rangkaian klarifikasi berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.
Melalui klarifikasi Sistem Manajemen Pengamanan ini, Baharkam Polri dan PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan diharapkan dapat terus memperkuat sistem proteksi berlapis di kawasan kilang.
Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman, baik fisik maupun nonfisik, sekaligus mendukung keamanan energi nasional. (RGS)



















