Medan – Ferari.co | Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Generasi Muda (GM) Pujakesuma Sumatera Utara, Drs. Syaiful Syafri, MM, mendorong GM Pujakesuma Kabupaten Batu Bara menjadikan organisasi sebagai sarana membangun masa depan generasi muda.
Hal itu disampaikan Syaiful Syafri saat memberikan pengarahan kepada jajaran Pengurus DPD GM Pujakesuma Kabupaten Batu Bara periode 2026-2031 di Medan, Jumat malam, (28/8/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPD GM Pujakesuma Batu Bara Sandi, S.Kom., Wakil Ketua Radit Ghali Sudewo, serta Sekretaris Faudji Triansyah, S.P.
Syaiful menjelaskan, GM Pujakesuma berdiri pada 1998 sebagai organisasi sosial kepemudaan masyarakat Jawa. Sejak awal, organisasi tersebut diarahkan sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana pengembangan sumber daya manusia dan pembukaan lapangan kerja.
Menurutnya, semangat tersebut harus kembali diperkuat oleh kepengurusan GM Pujakesuma Batu Bara. Karena itu, ia meminta pengurus segera membenahi struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
“Secara administratif, benahi struktur kepengurusan sampai tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Kemudian susun rencana kerja tahunan untuk bergerak memajukan SDM dan membangun lapangan kerja,” ujar Syaiful.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan sekretariat. Menurutnya, sekretariat akan mempermudah koordinasi, pelayanan administrasi, serta pelaksanaan berbagai program organisasi.
“Untuk mempermudah silaturahmi dan administrasi, DPD GM Pujakesuma Batu Bara harus memiliki sekretariat, termasuk di tingkat kecamatan,” katanya.
Syaiful mengingatkan agar GM Pujakesuma tidak hanya menjalankan kegiatan secara administratif. Pengurus juga harus turun langsung melihat kondisi generasi muda di pedesaan maupun perkotaan.
Ia meminta pengurus mendata generasi muda yang tidak sekolah, putus sekolah, maupun yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetapi terkendala biaya.
“Coba turun ke pedesaan. Data apakah ada GM Pujakesuma yang tidak sekolah atau putus sekolah. Data juga mereka yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi tetapi terbentur biaya,” jelasnya.
Menurut Syaiful, data yang akurat akan menjadi dasar bagi organisasi dalam menyusun program pengembangan SDM. Dengan demikian, persoalan pendidikan generasi muda dapat ditangani melalui program yang lebih terarah.
Selain pendidikan, GM Pujakesuma Batu Bara juga diminta mendata generasi muda yang belum bekerja. Pendataan tersebut mencakup jumlah serta keterampilan yang dimiliki.
Setelah data tersedia, pengurus dapat menyusun program peningkatan keterampilan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing anggota.
“GM Pujakesuma yang belum bekerja juga perlu didata jumlah dan keterampilannya. Kalau sudah terdata, pengurus dapat menyusun rencana kerja untuk meningkatkan keterampilan sesuai bakat,” ujarnya.
Sementara itu, bagi generasi muda yang memiliki minat mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Syaiful mendorong organisasi untuk memberikan ruang dan dukungan.
Ia menilai data yang akurat akan mempermudah pengurus dalam menyalurkan potensi generasi muda, termasuk mendorong lahirnya usaha baru dan lapangan kerja.
Menurutnya, pengembangan UMKM dapat dilakukan melalui semangat gotong royong, termasuk mencari sumber permodalan yang memungkinkan dan tidak memberatkan.
“Prinsipnya tidak terlalu sulit untuk mengatasinya, tetapi harus benar-benar ada datanya,” tegas Syaiful.
Lebih lanjut, Syaiful meminta GM Pujakesuma Batu Bara menunjukkan karya nyata, baik di pedesaan maupun perkotaan.
Ia mendorong setiap pengurus untuk ikut membantu membenahi lingkungan desa masing-masing. Generasi muda yang bergerak di bidang pertanian, misalnya, dapat terus mengembangkan tata kelola pertanian sekaligus berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
GM Pujakesuma juga diharapkan dapat membantu Tim Penggerak PKK dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan desa-desa percontohan yang mendapat dukungan aktif dari generasi muda.
“Benahi desa masing-masing. Yang aktif di pertanian, teruskan tata kelola pertanian. Jaga kebersihan lingkungan dan lainnya. Bantu Tim Penggerak PKK melaksanakan 10 Program Pokok PKK sehingga lahir desa-desa percontohan PKK yang didukung GM Pujakesuma,” kata Syaiful.
Ia menegaskan, GM Pujakesuma harus hadir sebagai organisasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pengurus tidak boleh bekerja secara individu tanpa program dan kegiatan yang jelas.
Syaiful juga membuka ruang bagi DPW GM Pujakesuma Sumatera Utara untuk memberikan pendampingan kepada kepengurusan di Batu Bara.
“Jika diperlukan pengarahan lebih lanjut, GM Pujakesuma Sumut bisa datang ke Batu Bara atau sebaliknya,” tutup Syaiful.
Dengan penguatan struktur organisasi, pendataan generasi muda, pengembangan keterampilan, pendidikan, UMKM, serta pemberdayaan desa, GM Pujakesuma Batu Bara diharapkan mampu menjadi wadah yang produktif sekaligus motor penggerak pembangunan generasi muda di daerah. (RGS)

















