Jakarta – Ferari.co | Musyawarah Nasional (Munas) VI KBPP Polri akhirnya menetapkan A.H. Bimo Suryono sebagai Ketua Umum KBPP Polri periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung di Jakarta pada Selasa malam, 20 Mei 2026, setelah dinamika Munas yang sebelumnya sempat tertunda akibat perdebatan tata tertib persidangan.
Munas VI KBPP Polri sebelumnya dibuka oleh Karyoto di Hotel Jakarta pada 15 Mei 2026. Namun, forum sempat memanas karena peserta Munas mengajukan berbagai instruksi terkait peran Steering Committee (SC) yang membacakan tata tertib Munas. Sejumlah peserta menilai pembacaan tata tertib seharusnya menjadi tanggung jawab presidium sidang.
Situasi tersebut akhirnya menemukan titik terang setelah Korbinmas Baharkam Polri mengirim surat kepada seluruh Kapolda melalui Dirbinmas se-Indonesia. Surat bernomor B/211/OPS.4.5/2026/Korbinmas tertanggal 19 Mei 2026 itu meminta para Ketua Pimpinan Daerah KBPP Polri hadir dalam konsolidasi organisasi.
Melalui sidang pleno yang dipimpin Ilham Arief Sirajuddin, sebanyak 29 Ketua Pimpinan Daerah KBPP Polri akhirnya menetapkan Bimo Suryono sebagai Ketua Umum KBPP Polri periode 2026-2031.
Penetapan tersebut berlangsung tertib dan disaksikan Rudi Syafruddin bersama anggota presidium lainnya, yakni M. Yan Samsuri dari Sumatera Selatan dan Erick Reginal dari Jawa Timur. Setelah pembacaan surat keputusan pleno, Bimo Suryono menerima Pataka KBPP Polri sebagai simbol kepemimpinan organisasi.
Tokoh pendiri KBPP Polri Sumatera Utara, Syaiful Syafri, menilai langkah yang diambil Kapolri melalui Kakorbinmas menjadi solusi terbaik di tengah dinamika Munas yang penuh interupsi.
Menurut Syaiful, keputusan melanjutkan Munas berdasarkan surat Kakorbinmas tertanggal 19 Mei 2026 menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas organisasi KBPP Polri.
“Dengan terselenggaranya Munas lanjutan pada 20 Mei 2026, forum akhirnya berjalan tertib dan menghasilkan keputusan menetapkan Bimo Suryono sebagai Ketua Umum KBPP Polri periode 2026-2031,” ujar Syaiful.
Ia juga berharap kepemimpinan baru mampu mengembalikan KBPP Polri pada jati dirinya sebagai organisasi yang memperkuat silaturahmi dengan pembina, yakni Polri.
Selain itu, KBPP Polri diharapkan fokus pada peningkatan sumber daya manusia, memperluas lapangan kerja bagi anggota, membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menjadi garda terdepan dalam mendukung institusi Polri dari berbagai bentuk serangan dan hujatan yang tidak bertanggung jawab. (RGS)


















