Batu Bara – Ferari.co | Politisi Partai Gerindra, Muhammad Rafik, meminta pimpinan daerah, khususnya DPRD Kabupaten Batu Bara, memperkuat pengawasan terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penyerapan anggaran APBD berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang tinggi.
Menurut Rafik, pengawasan yang lemah berpotensi mengulang persoalan tahun-tahun sebelumnya. Saat itu, tingginya SILPA dinilai telah merugikan daerah karena banyak program dan kegiatan yang tidak terlaksana secara maksimal.
“Kita tidak ingin kejadian tahun sebelumnya terulang kembali, di mana SILPA sangat tinggi hingga merugikan daerah. Karena itu pengawasan harus benar-benar diperkuat,” ujar Rafik.
Ia menilai penyerapan anggaran APBD Batu Bara hingga pertengahan tahun masih belum optimal. Padahal, berbagai program pembangunan dan proyek yang bersumber dari APBD seharusnya sudah mulai berjalan.
Rafik menduga lambatnya realisasi anggaran bisa dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya proses birokrasi yang berbelit, keterlambatan penunjukan panitia lelang, maupun kendala administratif lainnya di lingkungan OPD.
Karena itu, ia meminta seluruh OPD lebih serius dalam melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan. Selain itu, DPRD dan Bupati Batu Bara juga diminta aktif melakukan pengawasan agar pelaksanaan program tidak mengalami keterlambatan.
“Kita minta pemerintah bergerak cepat menyelesaikan kegiatan yang sudah ditetapkan. Jangan sampai terkesan ada penambahan kegiatan karena kepentingan oknum tertentu,” tegasnya.
Rafik juga menyoroti potensi tidak terserapnya Dana Alokasi Khusus (DAK) apabila proses pelaksanaan kegiatan terus berjalan lambat. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan penyerapan anggaran tidak boleh dianggap sepele. Sebab, realisasi anggaran yang tinggi menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong perputaran ekonomi daerah.
“Penyerapan anggaran yang baik akan berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan kemajuan daerah,” tutup Rafik.(RGS)

















