Batu Bara – Ferari.co | Ketidakhadiran Wakil Bupati Batu Bara dalam ajang AFM Batu Bara Motocross & Grasstrack 2026 mulai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat dan pengamat politik lokal. Pasalnya, orang nomor dua di Kabupaten Batu Bara itu tidak terlihat hadir baik pada kegiatan pembukaan maupun penutupan event yang digelar di Sirkuit Wisata Danau Laut Tador, Kecamatan Laut Tador.
Sorotan tersebut muncul karena kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari itu merupakan salah satu agenda olahraga otomotif terbesar di Batu Bara yang mendapat dukungan berbagai pihak dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta unsur Forkopimda.
Pada acara penutupan yang berlangsung Minggu (31/5/2026), Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., hadir secara langsung dan menutup kegiatan secara resmi.
Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Camat Laut Tador.
Selain itu, turut hadir Danlanal Tanjung Balai Asahan, Ketua AFM Motocross & Grasstrack Batu Bara 2026 yang juga Anggota DPRD Batu Bara dari Fraksi Gerindra, Fahri Meliala, Anggota DPRD Batu Bara Ridwan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Namun di tengah kemeriahan acara yang dipadati masyarakat tersebut, publik justru mempertanyakan tidak terlihatnya Wakil Bupati Batu Bara dalam rangkaian kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan.
Dalam dinamika pemerintahan daerah, kehadiran kepala daerah dan wakil kepala daerah pada agenda publik kerap menjadi perhatian masyarakat. Terlebih ketika kegiatan tersebut melibatkan banyak pihak dan menjadi sorotan publik.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang pada Rabu (3/6/2026), Ferari.co telah menghubungi Ketua Panitia AFM Batu Bara Motocross & Grasstrack 2026 guna meminta klarifikasi terkait ketidakhadiran Wakil Bupati. Pertanyaan yang diajukan mencakup apakah terdapat alasan tertentu sehingga Wakil Bupati tidak hadir dalam kegiatan tersebut atau apakah undangan memang tidak disampaikan kepada yang bersangkutan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia belum memberikan jawaban maupun penjelasan resmi.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagian mempertanyakan apakah absennya Wakil Bupati murni karena alasan agenda dan kesibukan kedinasan, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan dirinya tidak hadir dalam dua momentum penting tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi yang dapat mengonfirmasi berbagai asumsi yang berkembang. Karena itu, segala bentuk spekulasi mengenai hubungan politik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah tetap perlu disikapi secara hati-hati.
Secara politik, absennya Wakil Bupati Batu Bara dalam pembukaan dan penutupan AFM Batu Bara Motocross & Grasstrack 2026 sulit luput dari perhatian publik. Pertanyaannya sederhana, apakah Wakil Bupati memang diundang namun memilih tidak hadir, atau justru tidak menerima undangan dari panitia?
Jika undangan disampaikan, alasan ketidakhadiran menjadi penting untuk dijelaskan. Namun jika tidak diundang, publik tentu akan mempertanyakan mengapa hanya Bupati yang dilibatkan dalam agenda besar yang turut membawa nama daerah. Sampai saat ini, belum ada klarifikasi resmi yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Publik kini menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait agar tidak muncul berbagai tafsir politik yang dapat berkembang tanpa dasar yang jelas. Transparansi informasi dinilai penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan daerah. (RGS)

















