Ferari.co – “Ku BERLAYAR Di Lautan, Tidak Bertepian, Sesekali Di Sedarkan Ombak Yang Mendatang, Aku Seperti Hilang Puncak Arah Dan Tujuan” – Bait lagu ini di populerkan penyanyi Ella di Negeri Jiran, namun lagu ini sangat relevan untuk sebuah “Sketsa” gagalnya suatu gagasan “BERLAYAR” yang di ciptakan oleh Nahkoda “ulung” katanya.
Padahal, masinis kanan sedari awal mengetahui “Konstruksi – Rancang Bangun” sebuah sampan/boat itu saja GAGAL, apalagi BERLAYAR mengarungi Lautan Biru Batu Bara dengan ombak yang kadang kala berisik, di tambah angin yang sukar koservatif. Semakin di paksa BERLAYAR barangkali bukan hanya Haluan yang retak, tapi lambungnya pun tembuk.
Yang bisa selamat hanya Awak Kapal dengan passport melancong dari negeri seberang, dengan modal handuk merah atau biru untuk cuci tangan. Lalu naik ke kapal lain hingga menjauh dari Lautan kemarahan, menyeberangi Samudera lain, tapi tetap di Sumatera Utara juga.
BERLAYAR yang “tidak bertepian” ini membuat mabuk 12 keliling. Selama 1,5 tahun hampir berlayar, konon Sampan yang di bawa oleh Nahkoda “ulung” kena Angin Haluan, tak jarang Ekuivalen, pernah pula kena Angin temberang buritan sehingga mimik Bagai rupa orang terkena beragih, kadang kala Awak Kapal bagai beruk kena ipuh. Saking gagalnya ide membangun program unggulan.
1/3 masa BERLAYAR, katanya Nahkoda “ulung” mulai gundah – gulana Seperti “Hilang Puncak Arah dan Tujuan”. Dalam gemerlap Lautan, suara – suara angin mulai meniup terompet PERLAWANAN atas DIAM nya para dula – dula sejak ia pegang kemudi. Namun, sang Nahkoda yang katanya sangat “ulung” tetap merasa gagah untuk convident dan mengatakan “Saya Bisa Buat 300 Sampan Seperti Ini”) meskipun di tengah ambang tenggelamnya kapal demi sebuah keniscayaan bagi “teritip” yang siap lekang asal kenyang. Wassalamu’alaikum.
Penulis : M. Adam Malik, S.Sos | Sekretaris DPC HNSI Kabupaten Batu Bara | Jumat : 26 – 06 – 2026
Tulisan ini di dedikasikan kepada seluruh Masyarakat Batu Bara khususnya Masyarakat Pesisir yang berprofesi sebagai Nelayan (Bukan Masyarakat Provinsi Sumatera Pantai Timur).
(RGS)


















