Medan – Ferari.co | Kepala UMSU Press, Dr. Muhammad Arifin, M.Pd., mengapresiasi hasil Forum Konsultasi Publik (FKP) Layanan ISBN yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI. Menurutnya, forum tersebut menjadi langkah positif dalam menyempurnakan tata kelola layanan ISBN sekaligus memperkuat peran penerbit perguruan tinggi di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Muhammad Arifin yang juga menjabat sebagai Ketua Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APPTIMA), usai mengikuti FKP yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026) di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan, UMSU Press mengajukan empat rekomendasi penting dalam forum tersebut. Pertama, perlunya standar format yang jelas untuk setiap jenis buku yang menggunakan ISBN. Kedua, memberikan kebebasan kepada penerbit perguruan tinggi untuk menerbitkan naskah dari penulis eksternal.
Selanjutnya, UMSU Press juga mengusulkan agar penerbit perguruan tinggi tidak dibatasi dalam menerbitkan buku fiksi. Selain itu, penerbitan ISBN dan Katalog Dalam Terbitan (KDT) diharapkan dapat dilakukan secara bersamaan agar proses administrasi menjadi lebih efektif.
“Dari keempat rekomendasi tersebut, ada beberapa yang memang menjadi persoalan bersama. Alhamdulillah, sebagian di antaranya telah mendapatkan jawaban dalam forum,” ujar Muhammad Arifin saat bertemu dengan sejumlah penulis UMSU Press di ruang kerja UMSU Press, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, Forum Konsultasi Publik Layanan ISBN berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Kegiatan itu dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminuddin Aziz, M.A., Ph.D., bersama Sekretaris Utama Joko Santoso, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Suharyanto, serta Kepala Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Supriyanto.
Selain jajaran Perpustakaan Nasional RI, forum juga dihadiri perwakilan kementerian terkait, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta sejumlah penerbit perguruan tinggi dari berbagai daerah.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas berbagai isu strategis, mulai dari pemanfaatan SINTA dalam penerbitan buku hingga kewajiban serah simpan karya cetak dan karya rekam.
Sementara itu, mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumatera Utara periode 2007–2010, Drs. Syaiful Syafri, M.M., turut menyambut baik hasil FKP Layanan ISBN. Ia mengapresiasi kebijakan Perpustakaan Nasional RI yang memberikan kepercayaan kepada penerbit perguruan tinggi, termasuk UMSU Press di Sumatera Utara, untuk menerbitkan buku ber-ISBN.
Menurut Syaiful, kepercayaan tersebut sangat penting karena penerbitan buku berkaitan langsung dengan kepercayaan penulis maupun pembaca terhadap kualitas penerbit.
Ia mengungkapkan, sebelum hadirnya UMSU Press, sebagian besar buku yang ditulisnya diterbitkan oleh penerbit di Bandung maupun Medan. Namun, beberapa penerbit tersebut kini sudah tidak lagi beroperasi.
“Dalam beberapa waktu terakhir, tiga buku saya diterbitkan melalui UMSU Press. Para editornya memahami maksud penulis dan selalu berkonsultasi apabila menemukan hal yang perlu diklarifikasi. Hal itu menjadi nilai tambah bagi kualitas penerbitan,” tegas Syaiful.
Melalui hasil Forum Konsultasi Publik Layanan ISBN tersebut, UMSU Press berharap sistem penerbitan buku di Indonesia semakin terbuka, profesional, dan mampu mendukung perkembangan literasi serta publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. (RGS)
















