Kapuas Hulu – Ferari.co | Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (22/8/2026).
Penanganan Karhutla tersebut melibatkan personel Pos Kotis Satgas Yonarmed 13/Nanggala bersama jajaran Polsek, instansi Pemerintah Kecamatan Badau, serta masyarakat setempat.
Aksi bersama ini menjadi bentuk kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Informasi mengenai munculnya titik api dan kepulan asap tebal langsung ditindaklanjuti personel Pos Kotis. Prajurit kemudian bergerak menuju lokasi dengan membawa perlengkapan pemadam kebakaran.
Setibanya di lokasi, personel Satgas bersama aparat kepolisian, jajaran kecamatan, dan warga langsung melakukan pemadaman.
Mereka berupaya melokalisir titik api agar tidak menyebar lebih luas. Selain itu, petugas juga mencegah kobaran api mendekati permukiman warga dan kawasan hutan di wilayah perbatasan.
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., mengapresiasi respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi bencana, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan bersama merupakan bagian dari komitmen untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Penanganan secara cepat dan sinergis menjadi bagian dari komitmen bersama untuk melindungi masyarakat serta mencegah dampak Karhutla semakin meluas,” ujar Rokib Hanafi.
Berkat respons cepat dan kerja sama antara Satgas Yonarmed 13/Nanggala, kepolisian, pemerintah kecamatan, serta masyarakat, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.
Situasi di lokasi kemudian kembali terkendali. Seluruh rangkaian penanganan Karhutla di Desa Badau berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Upaya tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menangani Karhutla, terutama untuk menjaga keamanan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah perbatasan. (RGS)




















