Jakarta – Ferari.co | Sikap Bupati Batu Bara yang dinilai menunjukkan ketidaksenangan terhadap kritik masyarakat kembali menjadi sorotan. Kali ini, kritik datang dari Ketua Umum Forum Ukhuwah Mahasiswa Sumatera (FUMAS), Abdul Halim Hutabarat, S.Pd., yang menilai pejabat publik seharusnya menjadikan kritik sebagai energi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
Sebagai putra daerah Kabupaten Batu Bara, Abdul Halim mengaku prihatin melihat adanya kesan bahwa kritik dari masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu. Menurutnya, dalam sistem demokrasi, kritik merupakan bagian penting dari proses pembangunan yang sehat dan transparan.
“Saya sangat menyesalkan jika ada pejabat publik, khususnya Bupati Batu Bara, yang dinilai merasa gerah ketika dikritik oleh masyarakatnya sendiri. Seharusnya, kritikan tersebut tidak dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai dukungan konstruktif untuk memperbaiki kinerja dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Batu Bara,” ujar Abdul Halim di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Ia menegaskan bahwa seorang kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Karena itu, kritik dan saran dari warga harus dipandang sebagai bagian dari pengawasan publik yang bertujuan mendorong kemajuan daerah.
Menurut Abdul Halim, sikap anti-kritik justru berpotensi menciptakan jarak antara pemimpin dan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat lahirnya kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.
Selain menyoroti sikap terhadap kritik, Abdul Halim juga mengingatkan pentingnya peran media massa sebagai salah satu pilar demokrasi. Ia menyebut media memiliki fungsi strategis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
“Media adalah mitra dalam berdemokrasi. Melalui media, masyarakat menyampaikan keluh kesah dan harapan mereka. Jika ruang kritik itu disumbat, maka akan terjadi distorsi komunikasi antara pemimpin dan rakyatnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara dapat lebih terbuka dan dewasa dalam merespons berbagai kritik yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan publik menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
FUMAS, kata Abdul Halim, akan terus mengawal berbagai kebijakan daerah demi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas di Kabupaten Batu Bara.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Bupati Batu Bara terkait pernyataan dan kritik yang berkembang di ruang publik. Ferari.co tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi maupun tanggapan resmi dari pihak terkait sesuai ketentuan dan prinsip jurnalistik yang berlaku. (RGS)
















