Batu Bara – Ferari.co | Ajakan Ferari.co kepada masyarakat untuk melaporkan kondisi jalan rusak di Kabupaten Batu Bara melalui media sosial mendapat respons besar dari warga. Dalam waktu singkat, berbagai laporan dan keluhan membanjiri kolom komentar akun resmi Ferari.co. Kamis (23/7/2026).
Masyarakat dari sejumlah desa memanfaatkan unggahan tersebut untuk menyampaikan kondisi infrastruktur di wilayah mereka. Mayoritas berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara segera turun tangan memperbaiki jalan yang telah lama rusak.
Salah satu laporan datang dari warga yang mengeluhkan kondisi Jalan Pardomuan, Desa Sumber Tani, Dusun V, Kabupaten Batu Bara. Menurut warga, jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah, terutama saat musim hujan.
Warga mengaku banyak pengguna jalan, termasuk pelajar, yang terjatuh akibat kondisi jalan berlumpur dan sulit dilalui.
“Jalan Pardomuan Sumber Tani itu rusak parah, apalagi saat musim hujan. Anak sekolah sering jatuh, orang yang mau ke Simpang Pardomuan juga susah lewat. Dari tahun ke tahun katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang belum juga. Padahal jalan ini akses tembus ke berbagai daerah,” tulis salah satu akun.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Sentang, Kecamatan Nibung Hangus. Mereka menilai kerusakan jalan telah menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama para nelayan dan pelaku usaha ikan kering.
“Desa Sentang Kecamatan Nibung Hangus sangat rusak sepanjang jalan. Warga setiap hari keluar masuk membawa ikan kering dengan jalan yang rusak parah,” tulis akun lainnya.
Sementara itu, warga Desa Tanjung Kasau juga mengaku menghadapi persoalan yang sama. Mereka menyebut kondisi jalan sudah hancur, namun belum ada perbaikan karena disebut sebagai jalan kabupaten.
“Di Desa Tanjung Kasau juga begitu, bang. Jalannya hancur. Kalau ditanya ke kepala desa, katanya itu jalan kabupaten, jadi desa tidak punya wewenang memperbaikinya,” ungkap seorang warganet.
Tak hanya menyampaikan laporan, beberapa warga juga melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani persoalan infrastruktur.
Salah satu komentar menyindir bahwa perbaikan jalan baru dilakukan setelah persoalan tersebut menjadi viral di media sosial. Menurutnya, pemerintah seharusnya aktif melakukan inspeksi lapangan tanpa harus menunggu keluhan masyarakat ramai diperbincangkan.
Selain itu, warga dari Jalan Tiga Dolok, Desa Benteng, Kecamatan Talawi, turut menyampaikan keluhan. Mereka menggambarkan kondisi jalan yang dipenuhi genangan air ketika hujan turun.
“Jalan Tiga Dolok Desa Benteng Kecamatan Talawi kalau hujan sudah seperti kolam pecel lele. Tidak ada perhatian dari desa,” tulis akun tersebut.
Banyaknya laporan yang masuk menunjukkan bahwa persoalan jalan rusak di Batu Bara masih menjadi perhatian serius masyarakat. Infrastruktur jalan dinilai berpengaruh langsung terhadap keselamatan pengguna jalan, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas warga sehari-hari.
Melalui berbagai aspirasi yang disampaikan di media sosial, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara segera melakukan pendataan serta mempercepat perbaikan jalan-jalan yang mengalami kerusakan, sehingga pelayanan publik di bidang infrastruktur dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga. (RGS)
















