Tapanuli Selatan – Ferari.co | Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto, SH., MH. atau yang akrab disapa Anto Genk, meluruskan pemahaman publik terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai istilah “Londo Ireng” yang belakangan menjadi perbincangan.
Penegasan tersebut disampaikan Anto Genk saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) JMSI Wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Tahun 2026, yang berlangsung di Ballroom Syakirah The View, Aek Sabaon, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (3/8/2026).
Menurut Anto Genk, istilah “Londo Ireng” yang disampaikan Presiden Prabowo tidak boleh ditafsirkan sebagai bentuk stigmatisasi terhadap organisasi wartawan maupun perusahaan pers. Ia menilai, makna yang dimaksud Presiden lebih mengarah kepada oknum tertentu yang dinilai tidak sejalan dengan program pemerintah dan berada di berbagai lingkungan, termasuk organisasi pers maupun unsur pemerintahan.
“Makna yang disampaikan Presiden bukan untuk menjustifikasi organisasi wartawan atau media seperti definisi Londo Ireng pada masa kolonial dahulu. Yang dimaksud lebih kepada kelompok atau oknum-oknum tertentu yang tidak sejalan dengan program-program pemerintah, kemudian menyusup atau berada di dalam organisasi pers, bahkan tidak dipungkiri juga terdapat di unsur pemerintahan itu sendiri,” tegas Anto Genk.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menafsirkan pernyataan Presiden secara sepotong-sepotong. Menurutnya, pemahaman yang tidak utuh dapat memicu kesalahpahaman dan menimbulkan persepsi yang keliru di tengah publik.
JMSI Dorong Media Profesional dan Bertanggung Jawab
Dalam kesempatan tersebut, Anto Genk menegaskan bahwa JMSI merupakan organisasi perusahaan pers yang telah tercatat sebagai konstituen Dewan Pers. Oleh karena itu, seluruh anggota JMSI diminta menjaga marwah organisasi dengan menjalankan prinsip jurnalistik yang profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Ia mengatakan, JMSI memiliki komitmen untuk memajukan perusahaan pers anggotanya sekaligus meningkatkan profesionalisme para wartawan.
“Tujuan kami adalah memajukan perusahaan pers anggota serta mendorong para wartawannya bekerja semakin profesional. Media di bawah naungan JMSI juga memiliki tanggung jawab membantu mempromosikan pembangunan daerah dan berkontribusi dalam meningkatkan iklim investasi di daerah,” ujar Rianto.
Sementara itu, Ketua JMSI Tabagsel, Yusrizal Nasution atau yang akrab disapa Ucok Rizal, menyampaikan bahwa perusahaan media yang tergabung dalam JMSI telah berperan aktif mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang konstruktif, edukatif, dan informatif.
Rakercab JMSI Tabagsel Angkat Tema Profesionalisme Media Siber
Rakercab JMSI Tabagsel 2026 mengusung tema “Membangun Media Siber yang Profesional, Independen dan Berkontribusi Bagi Pembangunan Daerah.” Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan industri media di era digital yang terus berkembang.
Kegiatan ini dihadiri Ketua JMSI Sumatera Utara beserta rombongan, unsur Forkopimda se-Tabagsel, perwakilan PWI Sumut yang diwakili Pengurus PWI Tabagsel, tokoh pers Manaon Lubis, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Akhmad Sani Harchan, S.STP, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Rakercab JMSI Tabagsel 2026.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat sesuai dengan kebutuhan saat ini. Media dituntut tetap profesional, independen, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, serta bermanfaat bagi masyarakat. (RGS)

















