Batu Bara — Ferari.co | Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tanjung Batu Bara mengeluhkan belum menerima gaji selama 2 bulan berturut-turut. Gaji sejak, November, Desember 2025 belum juga dibayarkan hingga awal tahun 2026.
Informasi yang diterima ferari.co. menyebut kondisi ini sudah sangat memberatkan pegawai. “Kami belum gajian udah mau 3 bulan berjaan. Dari bulan 11, sampai 12. Kepala sudah pening,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) PDAM Tirta Tanjung. Zulkarnain Achmad saat dikonfirmasi via telefon pada, Selasa (6/1/2026) mengakui bahwasannya gaji tersebut belum dibayar. Namun, gaji tersebut akan dibayar hari ini.
“Mungkin hari ini sudah ada yang didahulukan,” kata Plt PDAM singkat.
Saat ditanya penyebab keterlambatan hingga tiga bulan, Plt PDAM mengungkapkan adanya kerusakan serius pada sumur bor. Menurutnya, sumur bor runtuh dan mengganggu operasional PDAM selama beberapa bulan.
Kerusakan itu, kata dia, berdampak langsung terhadap distribusi air ke pelanggan. Akibatnya, pendapatan perusahaan menurun karena banyak pelanggan meminta dispensasi pembayaran.
“Distribusi air terganggu. Pelanggan minta keringanan bayar. Itu berpengaruh ke pemasukan,” jelasnya.
Plt PDAM juga menanggapi pertanyaan terkait subsidi pemerintah. Ia menegaskan hingga kini PDAM masih menjalankan operasional secara mandiri.
“PDAM masih mandiri. Dari hasil penjualan air itulah kami bayar listrik, gaji pegawai, dan biaya operasional lainnya,” ujarnya.
Saat kembali ditanya mengapa PDAM tetap mandiri meski ada anggapan subsidi pemerintah, Plt PDAM meminta publik memahami terlebih dahulu mekanisme subsidi tersebut.
“Coba cari tahu dulu bagaimana subsidi itu. Harus jelas mekanismenya,” katanya.
Ia mengakui keterlambatan gaji bulan Oktober, November, dan Desember menjadi persoalan utama yang kini harus diselesaikan. Kerusakan sumur bor terjadi sejak Oktober dan baru tertangani pada akhir November, namun dampaknya berlanjut hingga akhir tahun.
Selain kehilangan pemasukan, PDAM juga harus menanggung biaya perbaikan sumur bor dan kebutuhan operasional lainnya. Meski demikian, Plt PDAM memastikan saat ini kondisi operasional mulai kembali normal. Distribusi air disebut sudah berjalan seperti biasa.
“Kegiatan sudah mulai normal. Namun karena problem kemarin, kami juga menghadap ke pemerintah untuk meminta dukungan terkait persoalan yang ada,” pungkasnya. (RGS)
















