Batu Bara – Ferari.co | Sikap pejabat publik di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi sorotan. Setelah dilakukan upaya konfirmasi terkait dugaan hilangnya aset negara pada proyek kilang padi di Desa Air Hitam, nomor wartawan Ferari.co justru dilaporkan diblokir oleh kepala Dinas Pertanian.
Pemblokiran tersebut terjadi usai wartawan Ferari.co, mengirimkan permohonan konfirmasi resmi mengenai kondisi kilang padi yang mangkrak serta dugaan hilangnya sejumlah aset negara, termasuk genset yang sebelumnya berada di lokasi proyek, pada Senin (12/1/2026).
Dalam pesan konfirmasi itu, Ferari.co mempertanyakan kebenaran informasi hilangnya aset, bentuk pengawasan pemerintah daerah, serta langkah konkret yang akan diambil untuk menyelamatkan aset negara dan menuntaskan proyek mangkrak. Namun, hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban atau klarifikasi yang disampaikan. Sebaliknya, akses komunikasi terhadap wartawan diketahui telah diblokir.

Sikap tersebut menuai kritik dari Forum Masyarakat Daerah Sumatra Utara (FORMATSU). Ketua FORMATSU, Rudy Harmoko, S.H., menilai pemblokiran nomor wartawan merupakan tindakan yang tidak mencerminkan keterbukaan pejabat publik.
“Pejabat publik wajib terbuka terhadap konfirmasi media. Jika pertanyaan dijawab dengan pemblokiran, maka wajar bila publik mempertanyakan integritas dan komitmen transparansi pemerintah,” tegasnya, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai pengawas sosial dan penyambung informasi kepada masyarakat. Upaya menghambat kerja jurnalistik justru dapat memperkuat persepsi negatif di tengah publik, terlebih dalam isu sensitif seperti dugaan hilangnya aset negara.
Rudy menegaskan, konfirmasi yang dilakukan media merupakan bagian dari prinsip cover both sides dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Oleh karena itu, tindakan menghindari klarifikasi dinilai tidak sejalan dengan semangat akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kalau tidak ada yang ditutup-tutupi, seharusnya dijelaskan secara terbuka. Bukan malah memutus komunikasi,” ujarnya.
Sementara itu, proyek kilang padi yang dibangun menggunakan anggaran negara hingga kini masih dalam kondisi mangkrak. Sejumlah aset pendukung dilaporkan tidak lagi berada di lokasi, namun belum ada penjelasan resmi dari instansi berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, Ferari.co masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait, sebagai bentuk komitmen terhadap pemberitaan yang berimbang dan profesional. (RGS)
















