Batu Bara – Ferari.co | Forum Aktivis Gen Z (FORZA) menyoroti berbagai janji politik pasangan Bahar Siagian–Syafrizal dalam Pilkada Batu Bara 2024 yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya terlihat realisasinya.
Sorotan ini muncul setelah pasangan tersebut sudah satu tahun menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara, Kalangan aktivis muda menilai, publik berhak mengetahui sejauh mana janji-janji kampanye telah dijalankan oleh pemerintah daerah.
FORZA menegaskan, kritik yang disampaikan merupakan bentuk partisipasi demokrasi generasi muda, sekaligus pengingat agar komitmen politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat tidak berhenti sebagai slogan saat kampanye.
Banyak Janji Kampanye Disorot
Dalam dokumen kampanye Pilkada 2024, pasangan Bahar–Syafrizal menyampaikan berbagai program prioritas untuk masyarakat Batu Bara.
Beberapa di antaranya mencakup sektor kesehatan, pendidikan, nelayan, UMKM, hingga pembangunan infrastruktur.
Misalnya, janji menghadirkan layanan berobat gratis hanya dengan KTP, pembangunan Puskesmas rawat inap di setiap kecamatan, serta peningkatan fasilitas dan tenaga kesehatan, Selain itu, mereka juga menjanjikan pembangunan Politeknik Kelautan dan Perikanan, bantuan benih dan benur sehat bagi nelayan, serta program makan bergizi gratis bagi masyarakat.
Di sektor ekonomi, pasangan ini juga berkomitmen membangun pasar induk di Limapuluh, memperkuat UMKM berbasis kearifan lokal, serta menyediakan pelatihan dan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.
Tidak hanya itu, janji pembangunan juga mencakup ring road yang terintegrasi dengan kawasan industri, destinasi wisata, dan desa-desa, serta pengembangan energi baru terbarukan dan infrastruktur air bersih.
Aktivis Gen Z Minta Transparansi
FORZA menilai semua janji tersebut merupakan komitmen besar kepada masyarakat Batu Bara. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyampaikan progres secara terbuka.
Menurut aktivis FORZA, generasi muda saat ini tidak lagi hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Sebaliknya, Gen Z mulai aktif mengawasi jalannya pemerintahan, termasuk memastikan janji politik benar-benar diwujudkan.
“Janji kampanye adalah kontrak moral kepada masyarakat. Karena itu, publik berhak mengetahui sejauh mana program-program tersebut telah dijalankan,” ujar salah satu perwakilan FORZA kepada Ferari.co, Minggu (8/3/2026).
Ia menambahkan, sikap kritis anak muda bukanlah bentuk serangan politik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi.
Saatnya Anak Muda Bersikap Kritis
FORZA juga mengajak anak-anak muda Batu Bara untuk lebih aktif mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah daerah.
Menurut mereka, generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan pemerintahan berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.
Sudah saatnya anak muda bersuara. Demokrasi tidak hanya soal memilih saat pemilu, tetapi juga mengawasi jalannya pemerintahan setelah pemimpin terpilih,” tegasnya.
FORZA berharap pemerintah daerah dapat memberikan laporan progres yang jelas terkait realisasi janji Pilkada Batu Bara 2024, sehingga masyarakat mengetahui arah pembangunan yang sedang berjalan.
Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dapat terus terjaga, sekaligus memastikan janji politik kepada warga Batu Bara benar-benar diwujudkan secara nyata. (RGS)















