Medan – Ferari.co | Nama Syaiful Syafri kembali menjadi sorotan. Sosok yang pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Batu Bara tahun 2008 ini dikenal sebagai cucu dan putra polisi yang aktif menjaga kewibawaan Polri di Sumatera Utara.
Syaiful Syafri lahir dari keluarga besar kepolisian. Ia merupakan cucu pertama dari almarhum Kompol Buyung, yang mengakhiri tugas sebagai Kapolsek di Tanjung Morawa, Deli Serdang. Selain itu, ia juga putra pertama dari almarhum Aiptu Indon Sipahutar, yang terakhir bertugas sebagai juru periksa Polri di Polsek Bahorok, serta ibunda Nurhani.
Sejak kecil, kehidupan Syaiful Syafri tidak lepas dari lingkungan Polri. Ia lahir pada (23/10/1958) di rumah dinas Kapolsek Batang Kuis. Mobilitas tugas sang ayah membuatnya berpindah-pindah, mulai dari Polres Binjai hingga sejumlah asrama polisi di wilayah Langkat.
Pendidikan dasarnya ditempuh di lingkungan asrama kepolisian. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan menengah di SMP Negeri 2 Binjai dan SMA Negeri 1 Binjai. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan tinggi di IKIP Medan.
Karier Syaiful Syafri mulai menonjol saat dipercaya menjadi Penatar Nasional di BP-7 Sumatera Utara. Penugasan tersebut diberikan langsung oleh Kepala BP-7 Pusat saat itu, almarhum Jenderal Sarwo Edhie Wibowo.
Sebagai putra dan cucu anggota Polri di Sumut, kontribusi Syaiful Syafri terlihat nyata. Salah satu pencapaiannya adalah pembangunan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan di Medan pada tahun 1995. Proyek tersebut didukung dana sosial dari Gubernur Sumut saat itu, almarhum Raja Inal Siregar, dan diresmikan oleh Menteri Sosial Inten Soeweno pada 1996.
Kecintaannya terhadap institusi Polri terus berlanjut. Pada tahun 2000, ia bersama sejumlah tokoh, termasuk Riswandi Husin, turut menggagas dan meresmikan pendirian Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri di Sumatera Utara. Saat itu, pembentukan organisasi didukung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Sutiono.
Dalam perjalanan karier pemerintahan, Syaiful Syafri juga mencatatkan langkah cepat. Pada 2008, ia dipercaya menjadi Pj Bupati Batu Bara, daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan. Selain itu, saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, ia turut membantu pengembangan sekolah-sekolah Bhayangkari di Sumatera Utara.
Tak hanya itu, perannya juga terlihat dalam mendorong dukungan pemerintah daerah terhadap tugas-tugas kepolisian. Pada masa kepemimpinan Gubernur Sumut Rudolf Pardede dan Syamsul Arifin, ia menginisiasi pemberian hibah sarana transportasi melalui APBD untuk mendukung operasional Polda Sumut.
Di tubuh KBPP Polri, Syaiful Syafri pernah menjabat sebagai Ketua KBPP Polri Sumut. Ia dilantik oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Eka Hadi Sutejo. Di bawah kepemimpinannya, organisasi berkembang pesat dengan terbentuknya 23 resor, ratusan sektor, hingga pembentukan Sibhara di tingkat desa.
Berbagai kegiatan juga rutin digelar, seperti napak tilas, ziarah, rapat kerja, hingga peringatan HUT KBPP Polri. Selain itu, ia juga mendorong pemberdayaan anak-anak Polri, termasuk membantu penyaluran kerja di sektor perkebunan dan keamanan.
Menariknya, Syaiful Syafri juga aktif dalam dunia literasi. Pada masa Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, ia menulis dan menerbitkan buku biografi berjudul “Irjen Pol Agus Andrianto Sang Pemimpin Pemersatu Keberagaman”.
Perjalanan panjang Syaiful Syafri menunjukkan konsistensinya sebagai figur yang menjaga nilai-nilai dan kewibawaan Polri di Sumatera Utara. Hingga kini, namanya tetap dikenal sebagai bagian dari tokoh penting dalam sejarah dan perkembangan KBPP Polri di daerah tersebut.
“KBPP Polri bukan hanya organisasi, tetapi wadah pembinaan generasi muda agar tetap memiliki semangat pengabdian, disiplin, dan loyalitas terhadap bangsa dan negara,” tutupnya Minggu (19/4/2026). (RGS)
















