Medan – Ferari.co |Mantan Ketua Keluarga Besar Putra dan Putri Polri (KBPP Polri) Sumatera Utara periode 2014–2019, Drs. Syaiful Syafri MM, menegaskan bahwa saat ini merupakan momentum penting bagi KBPP Polri untuk kembali ke jati diri organisasi, yakni taat kepada pemerintah yang sah, patuh terhadap peraturan perundang-undangan, serta aktif membantu tugas-tugas institusi Polri.
Pernyataan tersebut disampaikan Syaiful Syafri kepada awak media di Medan, Kamis (09/04/2026). Menurutnya, KBPP Polri sejak awal dibentuk memiliki peran strategis sebagai organisasi yang mendukung penguatan sumber daya manusia, menciptakan lapangan kerja, serta membina anggotanya agar terhindar dari persoalan hukum dan penyalahgunaan narkoba.
“Sudah saatnya KBPP Polri kembali ke jati diri, yakni taat kepada pemerintah, taat kepada perundang-undangan, dan membantu tugas institusi Polri, khususnya di bidang kamtibmas,” ujar Syaiful.
Ia menjelaskan, secara nasional KBPP Polri lahir pada 1 Maret 2003, sementara di Sumatera Utara organisasi ini telah lebih dahulu hadir sejak 1 Maret 2000.
Sejak awal berdiri, kata dia, organisasi tersebut memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas SDM anggota, membuka peluang kerja, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, KBPP Polri juga berfungsi sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Syaiful menilai, pada masa kepemimpinan nasional Bimo Suryono SH, organisasi mengalami perkembangan yang signifikan. Penataan struktur kepengurusan hingga tingkat daerah, resor, dan sektor dinilai berhasil membawa KBPP Polri bangkit dan lebih dekat dengan masyarakat.
“Pada periode 2015 hingga 2020, KBPP Polri hadir di tengah masyarakat dan aktif membantu tugas Polri di bidang kamtibmas,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut kerja sama KBPP Polri di berbagai daerah telah berjalan baik bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
Sinergi tersebut, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial dan memperkuat keamanan lingkungan.
Tak hanya itu, KBPP Polri juga rutin hadir dalam berbagai momentum nasional dan daerah, seperti upacara bendera, peringatan HUT KBPP Polri setiap 1 Maret, serta Hari Bhayangkara setiap 1 Juli.
Dalam berbagai kegiatan tersebut, organisasi juga melaksanakan ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP), jalan sehat kamtibmas, hingga temu muka bersama pengurus PP Polri dan Bhayangkari.
Syaiful menambahkan, salah satu capaian besar pada masa kepemimpinan Bimo Suryono adalah terselenggaranya pertemuan teknis nasional yang mempertemukan jajaran Baharkam Polri, Direktur Binmas, serta pengurus KBPP Polri se-Indonesia di Jakarta.
Hasil perjalanan organisasi itu, menurutnya, juga terdokumentasi dalam buku berjudul “Bangkitnya KBPP Polri”.
Di Sumatera Utara, keberhasilan penataan struktur organisasi juga terlihat jelas. Pengurus tingkat daerah dilantik langsung oleh Kapolda, tingkat resor oleh Kapolres, dan tingkat sektor oleh Kapolsek.
Sementara itu, di tingkat kelurahan dan desa dibentuk unsur Sibhara yang dilantik oleh Bhabinkamtibmas.
“Di Sumut, seluruh unsur KBPP Polri aktif hadir dalam kegiatan bersejarah, mulai dari upacara bendera, ziarah TMP, jalan sehat kamtibmas, hingga napak tilas Hari Pahlawan,” ungkapnya.
Puncaknya, kata Syaiful, seluruh Kapolres, Kapolsek, serta sekitar 1.200 Bhabinkamtibmas di jajaran Polda Sumut pernah berkumpul bersama pengurus KBPP Polri tingkat daerah, resor, sektor, hingga Sibhara.
Momentum tersebut kemudian melahirkan buku bertajuk “Inti Polri Ada di Binmas”.
Syaiful berharap KBPP Polri kembali memperkuat peran sebagai organisasi yang membangun kedisiplinan, loyalitas kepada negara, dan kemitraan dengan Polri demi menjaga keamanan masyarakat. (RGS)
















