Batu Bara – Ferari.co | Dugaan penggunaan plat nomor BK 1 MR oleh seorang oknum anggota DPRD Batu Bara menjadi sorotan publik setelah viral dalam pemberitaan terkait insiden penyerangan kendaraan oleh orang tak dikenal (OTK).
Alih-alih fokus pada insiden penyerangan yang menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan, perhatian masyarakat justru tertuju pada plat nomor yang terpasang di mobil tersebut. Plat BK 1 MR dinilai janggal dan memicu berbagai reaksi di ruang publik.
Praktisi hukum Yudi Pratama, S.H. menyampaikan kritik keras atas dugaan penggunaan plat nomor tersebut. Menurutnya, apabila terbukti tidak resmi, penggunaan plat itu dapat mencerminkan krisis keteladanan dari seorang wakil rakyat.
“Di saat sedang menjadi korban musibah, justru muncul sorotan baru terkait dugaan pelanggaran aturan lalu lintas. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi publik,” ujar Yudi, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan, pejabat publik seharusnya menjadi contoh dalam menaati aturan hukum, termasuk ketentuan lalu lintas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Selain itu, Yudi mendesak Satlantas Polres Batu Bara untuk mengusut dugaan penggunaan plat nomor BK 1 MR secara transparan, di samping penyelidikan terhadap pelaku penyerangan yang hingga kini belum terungkap.
“Kita tentu tidak mendukung kekerasan, tetapi kita juga tidak mendukung adanya pihak yang merasa berada di atas aturan hukum,” tegasnya.
Ia juga menilai, jika dugaan tersebut terbukti benar, maka persoalan ini layak menjadi perhatian Badan Kehormatan DPRD Batu Bara karena berkaitan langsung dengan etika pejabat publik.
Sementara itu, untuk menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan, telah mengajukan konfirmasi resmi kepada anggota DPRD Batu Bara, MR, terkait pernyataan Yudi Pratama dan dugaan penggunaan plat nomor tersebut.
Dalam konfirmasi yang disampaikan, Ferari.co meminta tanggapan mengenai kritik yang menyebut adanya krisis keteladanan sebagai wakil rakyat, serta menanyakan sikap yang bersangkutan terkait dorongan agar Satlantas Polres Batu Bara mengusut persoalan ini secara terbuka.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, MR belum memberikan jawaban atau tanggapan resmi atas konfirmasi yang telah dikirimkan. Dengan belum adanya klarifikasi dari pihak terkait, polemik dugaan penggunaan plat nomor BK 1 MR masih terus menjadi perhatian publik di Batu Bara. (RGS)
















